Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Poso: Ratusan Rumah Rusak, Ribuan Warga Mengungsi
- Jumat, 25 Juli 2025 - 21:13 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
(Foto: Ist)
Faktasulteng.id, POSO - Gempabumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang wilayah Pamona Tenggara dan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Kamis malam, 24 Juli 2025 pukul 21.06 WITA. Getaran kuat menyebabkan kerusakan di sejumlah desa dan memaksa ribuan warga mengungsi ke lokasi aman.
Laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah menyebutkan, Desa Tokilo di Kecamatan Pamona Tenggara menjadi salah satu titik terdampak paling parah. Sebanyak 4 rumah dilaporkan rusak berat, sementara 21 lainnya mengalami kerusakan ringan. Sebanyak 596 jiwa dari 184 kepala keluarga (KK) terpaksa meninggalkan rumah mereka. Di antara mereka terdapat balita, bayi, lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.
Sementara itu, kondisi lebih serius ditemukan di Desa Tindoli. Sebanyak 70 rumah mengalami kerusakan ringan, 10 rumah rusak berat, serta satu gereja dan satu sekolah taman kanak-kanak ikut terdampak. Jumlah warga yang mengungsi dari desa ini mencapai 887 jiwa dari 266 KK. Di Desa Tolambo, proses pendataan masih berlangsung, namun sementara ini tercatat 528 jiwa (159 KK) telah mengungsi.
Di Kecamatan Pamona Selatan, kerusakan terpantau di Desa Pendolo, dengan satu rumah mengalami kerusakan ringan.
Korban Luka dan Respons Darurat
Gempa juga menyebabkan korban luka. Hingga Jumat pagi, empat warga dilaporkan mengalami luka ringan—dua dari Desa Tindoli dan dua lainnya berasal dari Tolambo.
Sebagai bentuk respons cepat, BPBD Kabupaten Poso telah mendirikan tenda-tenda darurat dan melaksanakan evakuasi bersama aparat desa. Namun, kebutuhan mendesak di lapangan masih tinggi. Beberapa bantuan yang dibutuhkan segera antara lain:
- Tenda dan genset
- Menara lampu (light tower)
- Alas tidur, selimut, dan terpal
- Makanan siap saji
- Perlengkapan bayi
- Obat-obatan
Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Dr. Ir. H. Akris Fattah Yunus, MM, menyatakan bahwa timnya telah melakukan berbagai langkah awal penanganan. “Kami sudah melakukan assessment, evakuasi, dan mendirikan tenda pengungsi. Namun gempa susulan masih terus terjadi, dan warga memilih bertahan di pengungsian,” ujarnya dalam laporan resmi.
Pantauan dan Imbauan Waspada
Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi terus memantau perkembangan di lapangan. BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pusat guna mempercepat penanganan tanggap darurat.
Hingga kini, situasi masih dinamis dan potensi gempa susulan belum sepenuhnya reda. Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap waspada dan tidak kembali ke rumah yang mengalami kerusakan struktural sebelum dinyatakan aman. (**)