Gelar FGD Standar Pelayanan Publik, BPS Tolitoli Hadirkan Inovasi Mudahkan Masyarakat Akses Data
- Selasa, 15 Juli 2025 - 21:10 WITA
- Editor: Nasha
(Foto: Nasha/Faktasulteng.id)
Faktasulteng.id, TOLITOLI — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tolitoli menghadirkan sebuah inovasi untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses data. Guna memaksimalkan pemanfaatan inovasi tersebut, BPS menggelar Focus Group Discussion (FGD) Standar Pelayanan Publik pada Selasa, 15 Juli 2025, pukul 08.00 hingga 12.00 WITA, bertempat di Aula Hotel Mitra Utama, Kecamatan Baolan, Tolitoli.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur, antara lain dosen dari Universitas Madako dan STIE Mujahidin, perwakilan mahasiswa dan akademisi, LSM, media massa seperti RRI dan Fakta Sulteng, serta sejumlah instansi terkait seperti Bappeda, DKIPS, Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tolitoli, serta perwakilan masyarakat.
Kepala Sub Bagian Umum BPS Tolitoli, Djasmar, S.E., menyatakan bahwa sebagai penyelenggara pelayanan publik, BPS terus berkomitmen memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Oleh karena itu, evaluasi terhadap standar pelayanan perlu dilakukan secara berkala.
“Banyaknya informasi yang beredar, pelayanan publik perlu beradaptasi dengan kebutuhan yang ada pada zaman canggih ini sehingga dilakukannya evaluasi secara berkala ini diharapkan dapat memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat,” ujar Djasmar saat membuka kegiatan FGD.
Ia menambahkan bahwa tujuan FGD ini adalah untuk menyelaraskan kemampuan penyelenggara pelayanan dan meminimalisir dampak kebijakan yang dapat merugikan publik.
“Penyusunan standar pelayanan publik ini dilakukan bukan hanya sekedar rutinitas maupun formalitas administratif, namun merupakan amanat pemenuhan kewajiban negara yang telah diatur dalam UU Tahun 2025 Pasal 15 dan Pasal 20 yang menegaskan bahwa penyelenggara wajib menyusun standar pelayanan dengan melibatkan masyarakat,” jelas Angga, Pranata Komputer BPS Tolitoli.
Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut, Kurniawati, menyampaikan bahwa dalam rangka penyusunan standar pelayanan publik, BPS Tolitoli juga menghadirkan sebuah inovasi baru berupa layanan konsultasi statistik secara daring melalui aplikasi WhatsApp Chatbot bernama “BARISTA” (Bot Asisten Responsif dan Informatif Statistik) Andalan BPS Tolitoli.
Kegiatan FGD berlangsung secara interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan dan memberikan masukan terkait pelayanan publik. Banyak dari mereka mengapresiasi inisiatif BPS Tolitoli atas pelaksanaan kegiatan ini yang untuk pertama kalinya digelar oleh instansi tersebut.
Menjelang akhir acara, diskusi berlangsung produktif. Para peserta menyampaikan berbagai kendala yang selama ini dihadapi, khususnya dalam mengakses data untuk keperluan akademik seperti skripsi dan penelitian. Mereka berharap adanya sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga, dan sektor swasta dalam penyelenggaraan pelayanan publik kepada masyarakat.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara dan sesi foto bersama. (Nzsha)