Gejala Keracunan Massal Pelajar di Palu, Disdik Sulteng Evaluasi Dropping Makanan

Gejala Keracunan Massal Pelajar di Palu, Disdik Sulteng Evaluasi Dropping Makanan Sekretaris Dinas Pendidikan Sulteng, Dr. Asrul Achmad, S.Pd., M.Si,. (Foto: Abdy/Faktasulteng.id)
Nusantara

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Palu - Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah menanggapi serius insiden dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan siswa SMK Bina Potensi Palu dan MTs SIS Al Jufri Tatura Palu. Sekretaris Dinas Pendidikan Sulteng, Dr. Asrul Achmad, S.Pd., M.Si, menyebutkan kondisi siswa telah berangsur membaik dan seluruh biaya perawatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Kami sudah menerima laporan dari kepala sekolah. Alhamdulillah, kondisi anak-anak sudah membaik dan penanganan medis di rumah sakit sepenuhnya ditanggung oleh BPJS,” kata Dr. Asrul Achmad, S.Pd., M.Si saat ditemui wartawan Faktasulteng.id, Kamis (28/8/2025).

Asrul menjelaskan, meskipun salah satu sekolah yang terdampak berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Provinsi, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan dijalankan oleh pihaknya. Program tersebut berada sepenuhnya di bawah kendali Badan Gizi Nasional, termasuk penunjukan vendor penyedia makanan.

“Perlu dipahami, program MBG ini sepenuhnya dilaksanakan Badan Gizi Nasional. Mereka yang menunjuk vendor penyedia. Namun karena ada siswa kita yang terdampak, kami tetap merasa terpanggil untuk mengecek langsung,” jelasnya.

Dropping Makanan Dihentikan

Menurut laporan yang diterima Disdik Sulteng, Badan Gizi Nasional telah menghentikan sementara distribusi makanan untuk SMK Bina Potensi Palu guna dilakukan investigasi.

“Informasi dari kepala sekolah, sementara dropping makanan dihentikan dulu sampai ada hasil evaluasi dari Badan Gizi,” ungkap Asrul.

Ia menambahkan, penghentian sementara ini tidak berlaku secara menyeluruh di semua sekolah, melainkan hanya untuk sekolah terdampak. “Untuk MTs SIS Al Jufri juga terdampak, tetapi karena kewenangannya berada di bawah Kementerian Agama, kami tidak bisa bicara terlalu jauh,” katanya.

Evaluasi dan Koordinasi

Disdik Sulteng, kata Asrul, tetap akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional terkait evaluasi penyelenggaraan program. Ia menegaskan, kejadian ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, khususnya penyedia makanan, agar lebih berhati-hati.

“Ini kasus teknis di lapangan, tidak bisa dianggap enteng. Tapi saya yakin tidak ada niat buruk dari siapa pun untuk mencelakakan siswa. Kejadian ini harus dievaluasi untuk mencari tahu di mana letak persoalannya, apakah dalam pengolahan, distribusi, atau hal lainnya,” jelasnya.

Asrul menambahkan, pihaknya selalu berangkat dari prasangka baik bahwa ini adalah musibah yang tidak diinginkan. Namun, evaluasi tetap penting agar kejadian serupa tidak terulang.

“Penyedia makanan kan banyak, jadi ini juga menjadi peringatan untuk semua agar memperhatikan standar keamanan pangan,” ucapnya.

Program MBG Dinilai Tetap Baik

Meski muncul kasus keracunan, Asrul menilai program MBG tetap baik dan bermanfaat bagi siswa. Program tersebut bertujuan memberikan asupan gizi seimbang agar pelajar tetap sehat dan bersemangat dalam belajar.

“Programnya bagus, tidak ada yang salah. Tujuannya baik untuk anak-anak kita. Hanya saja kejadian ini menjadi pelajaran bahwa harus ada evaluasi dan perbaikan di lapangan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pihaknya bersyukur kondisi siswa terdampak tidak sampai menimbulkan korban fatal.

“Alhamdulillah, anak-anak sudah tertangani dengan baik, kondisi sudah membaik, dan semua biaya pengobatan ditanggung BPJS. Itu yang paling penting,” tutup Asrul. (Abdy HM)