Gandeng IKA SMADA Menteri P2MI Berbagi Bersama Purna PMI di Sulawesi Tengah
- Sabtu, 07 Juni 2025 - 19:21 WITA
- Editor: Redaksi
Foto: Faktasulteng.id
Faktasulteng.id, Palu, - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam menjaga hubungan kekeluargaan dengan para purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan keluarga mereka. Hal ini disampaikan Karding dalam sambutannya pada acara “Kementerian P2MI Berbagi Bersama Ikasmada” yang berlangsung di Palu, bertepatan dengan hari kedua Iduladha, Sabtu (7/6/25).
Acara yang disebut Karding sebagai momen bersejarah bagi berdirinya BP2MI ini, merupakan kali pertama dipusatkan di Palu, Sulawesi Tengah. “Alhamdulillah, acara pertama dalam sejarah berdirinya BP2MI ini dapat dipusatkan di Palu,” ujar Karding. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengundang purna PMI dan keluarga mereka guna menerima daging kurban.
Membangun Komunitas dan Pemberdayaan Purna PMI
Karding menekankan bahwa Kementerian P2MI, yang didirikan oleh Presiden Prabowo Subianto, memiliki tujuan mulia. “Presiden kita tidak ingin melepas hubungan kekeluargaan antara pemerintah dengan purna PMI dan keluarga PMI,” katanya. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa acara ini adalah wujud nyata upaya merawat komunitas purna PMI agar terus terjaga. “Purna PMI bisa diberdayakan sehingga pada saatnya bisa naik kelas menjadi pengusaha” harap Karding.
Menteri P2MI juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Palu, Sigi, dan Donggala, serta seluruh purna dan keluarga PMI, dan secara khusus kepada “adik-adik di Ika smada Palu” atas terwujudnya kegiatan ini.
Palu, Lumbung Potensial PMI Masa Depan
Pada Iduladha kali ini, Kementerian P2MI menyumbangkan 14 sapi dan 12 kambing yang dibagikan di berbagai wilayah, termasuk Jawa Tengah, Banten, Jakarta, dan Sulawesi Tengah, khususnya Palu. Karding menjelaskan alasan pemilihan Palu. “Kami ingin Sulteng menjadi bagian kabupaten/kota yang menjadi basis potensial terbangunnya ekosistem tata kelola PMI, sekaligus potensial lumbung PMI di masa yang akan datang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa bekerja di luar negeri bukan hanya soal gaji tinggi, tetapi juga kesempatan mendapatkan pengalaman, ilmu, dan keterampilan baru, serta hal-hal positif lain saat mereka kembali ke kampung halaman.
Kolaborasi sebagai Kunci Kemajuan
Sebagai kementerian baru, Kemen P2MI berkomitmen untuk terus memperbaiki diri dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Namun, Karding menyadari bahwa kementerian tidak dapat bekerja sendiri. “Kami terus mengupayakan dan mengikhtiarkan apa yang disebut kolaborasi bersama pemerintah daerah, kementerian/lembaga terkait, tokoh masyarakat, instansi, sekolah dan kampus, serta masyarakat umum karena ini PR besar,” jelasnya.
Karding berharap momentum hari ini dapat memperkuat rasa persaudaraan antara pemerintah dan masyarakat, khususnya PMI di Kota Palu, Sigi, dan Donggala. “Semoga kegiatan berbagi ini dapat menumbuhkan satu nilai kebiasaan berbagi. Siapa lagi kalau bukan kita, kapan lagi kalau bukan sekarang,” serunya, menekankan pentingnya tolong-menolong, membantu, dan gotong royong.
Ia juga mengajak untuk tidak hanya melihat Idul Kurban sebagai perayaan semata, tetapi juga sebagai momentum untuk melatih keikhlasan berbagi. “Ada banyak nilai yang jauh lebih substansial dan penting, yaitu keinginan kita untuk berkorban dan berbagi untuk membantu sesama,” tambahnya.
Menjahit Persaudaraan dan Kekuatan Kolektif Bangsa
Karding berharap kegiatan ini dapat “menjahit persaudaraan antar kita, membangun solidaritas dan persaudaraan sehingga terbangun yang disebut kekuatan kolektif bangsa Indonesia.” Ia menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara pemerintah dan masyarakat demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat. “Itulah pesan yang selalu Pak Presiden sampaikan kepada kita. Beliau merupakan seorang presiden yang menginginkan negara ini bersatu agar kita kuat dari tantangan global,” jelasnya.
Menyinggung kondisi global, Karding menyebutkan bahwa “gaya Presiden Trump begitu mengganggu kesehatan semua negara, termasuk Indonesia.” Ia memprediksi hal ini akan terus terjadi, sehingga satu-satunya jalan adalah bersatu dan bergotong royong, termasuk dalam sektor perlindungan PMI.
Menutup sambutannya, Karding menyampaikan permohonan maaf atas kondisi tempat acara yang mungkin kurang nyaman. Ia juga menitipkan pesan untuk senantiasa mendoakan Presiden Prabowo agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan petunjuk dalam memimpin negara. “Kita harapkan di bawah kepemimpinannya Indonesia lebih baik, masyarakatnya lebih merasakan keadilan dan kemakmuran,” harap Karding.
Ia juga meminta doa untuk kementerian baru ini agar benar-benar dapat memberi berkah bagi calon pekerja migran, baik itu PMI sendiri, keluarga, maupun purna PMI. “Mudah-mudahan ke depan terbentuk tata kelola perlindungan yang lebih baik, dan kementerian ini menghadirkan kemanfaatan dan keberkahan bagi banyak orang,” pungkasnya.

Karding mencontohkan bagaimana satu orang PMI yang bekerja di luar negeri dapat menghidupi satu keluarga atau bahkan lebih. Ia berharap ke depan, pekerja yang diberangkatkan memiliki keterampilan yang lebih tinggi agar gaji yang diterima lebih besar dan keselamatan mereka lebih terjamin. “Orang yang kerja di Korea dengan pendidikan SMP/SMA gajinya Rp15-20 juta. Artinya, jika kita bekerja di Palu/Sigi, berarti 5 bulan dibandingkan gaji satu bulan di Korea,” ilustrasinya.
Menteri P2MI pun mengajak masyarakat untuk mulai memikirkan pelatihan bahasa dan keterampilan bagi anggota keluarga agar dapat bekerja di luar negeri. “Taruhlah Rp15 juta, jadi Rp5 juta saja yang dikirimkan keluarga, jadi nikmat mana lagi yang kau dustakan,” tutup karding, mengutip arti ayat dalam Al-Quran. Dalam Acara ini Turut Hadir, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Sulawesi Tengah, Mustaqim ode Musnal, Kepala Dinas Nakertrans Sigi, Febrianto dan Ikatan Alumni SMA 2 Palu. (Ibnu)