Fraksi NasDem Soroti Tekanan Fiskal dan Dorong Modernisasi Pertanian dalam RPJMD Sigi
- Selasa, 15 Juli 2025 - 19:37 WITA
- Editor: Redaksi
(Foto: Andry/Faktasulteng.id)
Faktasulteng.id, SIGI — Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Sigi menyatakan menerima pengajuan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sigi Tahun 2025-2029 untuk dibahas lebih lanjut dalam forum resmi DPRD. Namun, NasDem juga mengajukan sejumlah catatan kritis, khususnya terkait keterbatasan fiskal daerah dan belum tampaknya program modernisasi pertanian secara konkret dalam dokumen RPJMD.
Juru Bicara Fraksi Partai NasDem, Endang Herdianti, dalam sidang paripurna DPRD Sigi yang digelar di ruang sidang utama, menyatakan bahwa RPJMD periode 2025-2029 merupakan langkah awal dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045. Visi pembangunan jangka panjang Sigi yakni “Kabupaten Agropolitan, Berdaya Saing, Mandiri, Maju dan Berkelanjutan” diselaraskan dengan visi “Sulteng Emas” dan “Indonesia Emas 2045”.
“Pemerintahan Rizal-Samuel telah memulai periode pertamanya dengan indikator yang cukup menggembirakan. Angka kemiskinan berada pada 12,44 persen, pengangguran 2,48 persen, pertumbuhan ekonomi 4,38 persen, dan IPM pada posisi 70,98 poin,” ujar Endang.
NasDem mengingatkan bahwa target makroekonomi dalam RPJMD 2025-2029 juga cukup ambisius. IPM ditargetkan naik menjadi 71,69 poin, angka kemiskinan ditekan menjadi 12,07 persen, pengangguran menjadi 2,37 persen, dan pertumbuhan ekonomi diupayakan menyentuh angka 5,68 persen. Fraksi meminta agar baseline makroekonomi tersebut dijadikan landasan dalam menyusun kebijakan yang terukur dan berbasis data.
Namun, menurut Fraksi NasDem, salah satu tantangan utama pembangunan Sigi adalah keterbatasan anggaran daerah. Untuk itu, fraksi ini meminta pemerintah daerah memberikan penjelasan rinci dalam bentuk tabel terkait proyeksi pendapatan daerah, baik yang bersumber dari pendapatan asli daerah (PAD), dana transfer, maupun pendapatan sah lainnya.
Di sektor prioritas, NasDem memberi apresiasi terhadap penetapan pertanian dan pariwisata sebagai urusan pilihan dalam RPJMD. Kedua sektor dinilai mewakili potensi khas Sigi. Namun demikian, NasDem menilai program unggulan daerah dalam sektor pertanian masih belum menampakkan langkah konkret untuk mengatasi isu rendahnya produktivitas dan teknologi.
“Modernisasi alat pertanian, penguatan teknologi, hingga hilirisasi hasil pertanian belum tergambar jelas dalam program unggulan RPJMD. Ini patut mendapat perhatian lebih,” kata Ilyas.
NasDem juga mencermati sejumlah program unggulan yang dirancang dalam RPJMD seperti pembangunan infrastruktur dasar, penyediaan air bersih dan listrik untuk warga kurang mampu, pendidikan dan kesehatan inklusif, hingga program sosial seperti beasiswa, pelatihan kerja, dan digitalisasi pelayanan publik. Semua program ini dikelompokkan dalam dua kategori, yakni pelayanan dasar dan urusan pilihan daerah.
Meski menyampaikan sejumlah catatan, Fraksi NasDem pada prinsipnya menyatakan dapat menerima Ranperda RPJMD untuk dibahas lebih lanjut dalam rapat-rapat berikutnya. Mereka berharap pemerintah daerah dapat menjawab catatan yang disampaikan fraksi melalui klarifikasi maupun dokumen pendukung lainnya.
“Kritik ini adalah bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga arah pembangunan daerah agar tetap di jalur yang rasional dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (ADK)