Cegah Stunting, Pemkab Sigi Rangkaikan Seminar dengan Cek Kesehatan Gratis dan Pasar Murah
- Senin, 25 Agustus 2025 - 17:48 WITA
Bupati Sigi tekankan pentingnya kolaborasi semua OPD dalam upaya menurunkan angka stunting. (Foto: Andry/Faktasulteng.id)
Faktasulteng.id, Sigi - Pemerintah Kabupaten Sigi melalui Dinas Kesehatan melaksanakan seminar Gerakan Cegah Stunting di Teman Taiganja, Desa Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.
Kegiatan ini dihadiri Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae; Wakil Bupati Sigi, Samuel Y. Pongi; Kadis PMD, Moh Ambar Mahmud; Kadis Pendidikan, Anwar; narasumber dan motivator seminar, Bdn. Azima Rais; serta perwakilan Posyandu, Tim Pembina Posyandu, Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Sigi, Persatuan Perawat Indonesia Cabang Sigi, Ikatan Bidan Cabang Sigi, Persatuan Ahli Gizi Sigi, dan Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Sigi.
Selain seminar, kegiatan juga dirangkaikan dengan cek kesehatan gratis, pasar murah, serta partisipasi UMKM Kabupaten Sigi.
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, dalam sambutannya mengatakan, selama tujuh bulan menjabat ia telah melaksanakan setidaknya enam kali program berfokus pada penanganan stunting. Menurutnya, seminar ini dibuat agar masyarakat benar-benar memahami program yang sedang digencarkan Pemkab Sigi.
“Jadi saya mohon kepada 13 Dinas atau OPD yang mengurus persoalan stunting tolong dijadikan perhatian utama, hal ini akan saya kawal bersama Pak Wabup,” ujar Rizal.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar-OPD dalam mengatasi stunting. Menurutnya, permasalahan ini harus ditangani sebagai teamwork dengan mengedepankan koordinasi.
“Maka saya mohon dengan sangat seminar ini akan menghasilkan satu gerakan, yang mana telah dilaunching kemarin di Kalora yaitu tim GEMAS tuntaskan stunting sampai ke akarnya,” ujarnya.
Bupati Rizal juga menegaskan agar masyarakat Sigi tidak menjadi penyumbang angka kemiskinan dan stunting di Sulawesi Tengah. Ia meminta seluruh OPD terkait lebih serius menangani persoalan stunting tanpa harus menunggu instruksi.
“Saya mohon kepada setiap Kepala Dinas, tolong anggarkan hal ini tanpa saya suruh, tidak perlu lagi dari saya karena ini merupakan tupoksi dari bapak-bapak sekalian untuk mengurus stunting,” tegasnya.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat merumuskan jadwal Posyandu bergerak serentak di seluruh Kabupaten Sigi, dengan melibatkan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).
“Hal ini dikarenakan masih banyak masyarakat kita setiap penimbangan tidak hadir. Jadi nanti Babinsa pergi jemput bukan dengan paksaan, tapi dengan bujukan atau pemahaman terkait pentingnya apabila anak ibu ditimbang dan seterusnya,” jelasnya.
Rizal menambahkan, setiap kecamatan nantinya akan didampingi dua OPD yang bertanggung jawab dalam mengatasi stunting.
“Jadi dua dinas satu kecamatan mengurus stunting, kita lihat progresnya, dan tidak perlu ada anggaran. Saya ingin mencontoh gubernur sebelumnya, dimana setiap dinas tidak diberi anggaran. Jadi masing-masing cari, maka semua cari CSR,” ujarnya.
Namun, ia mengaku belum puas dengan hasil pertemuan terkait stunting yang sudah sering dilakukan, karena masih belum ada perubahan signifikan.
“Sudah sering pertemuan stunting kok kita hanya begini-begini terus, apa sih gerakan kita? Jika persoalan uang itu tugas saya dan Wabup, tapi yang saya minta apa yang kalian bisa kerjakan, kasih sama saya konsep, begitu maksud saya,” pungkasnya. (Andry)