Bupati Tolitoli Buka Rakor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak se-Sulteng

Bupati Tolitoli Buka Rakor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak se-Sulteng Bupati Tolitoli, H. Amran Hi. Yahya (tengah, berbaju batik oranye), berfoto bersama perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulawesi Tengah dan kabupaten/kota se-Sulteng usai membuka Rapat Koordinasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Aula Hotel Mitra Utama. Rapat yang bertema “Berani Perdaya Andi Menuju Sulawesi Tengah Nambaso” ini membahas isu-isu terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di tingkat provinsi. (Foto: Nasha)
Nusantara

Bagikan Berita ini!

TOLITOLI, Faktasulteng.id - Bupati Tolitoli, H. Amran Hi. Yahya, membuka Rapat Koordinasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tingkat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) di Aula Hotel Mitra Utama, Tolitoli, Kamis (8/5). Acara yang dimulai pukul 09.00 WITA ini mengusung tema “Berani Perdaya Andi Menuju Sulawesi Tengah Nambaso”.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulteng serta DP3A dari seluruh kabupaten di Sulteng.

Dalam sambutannya, Bupati Amran membacakan pidato Gubernur Sulteng, Dr. Anwar Hafid, M.Si., yang mengapresiasi Tolitoli sebagai tuan rumah. Gubernur menekankan bahwa pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan dalam mewujudkan keadilan.

Menurut Gubernur, pemberdayaan perempuan membuka peluang dan partisipasi aktif dalam pembangunan. Sementara itu, perlindungan anak adalah pilar utama masyarakat, memastikan mereka terhindar dari eksploitasi dan penyalahgunaan. Lingkungan yang aman, nyaman, serta akses mudah ke pendidikan dan kesehatan menjadi kunci untuk mempersiapkan generasi yang lebih baik.

“Perlindungan anak membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat demi terciptanya masyarakat yang adil,” ujar Bupati Amran mengutip sambutan Gubernur.

Lebih lanjut, program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak “BERANI” merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Sulteng untuk menjawab tantangan ke depan, di mana perempuan dan anak seringkali terpinggirkan dalam hal pendidikan. Program ini bertujuan untuk menjamin hak-hak perempuan dan melindungi anak-anak.

Di akhir sambutannya, Bupati Tolitoli berharap rapat koordinasi ini akan menumbuhkan semangat saling menghargai antar perempuan dan mencegah diskriminasi. Pemerintah Provinsi Sulteng, kata Bupati, berkomitmen untuk terus menuntaskan berbagai permasalahan terkait perempuan dan anak. (Nasha)