Bupati Sigi Dorong Lomba Sapi Gerobak Jadi Destinasi Wisata dan Ekshibisi Pornas 2027
- Rabu, 24 September 2025 - 21:05 WITA
Bupati Sigi Mohammad Rizal Intjenae menghadiri lomba sapi gerobak di Desa Lolu, Sigi Biromaru, yang dirangkaikan dengan HUT ke-6 Dewan Pertukangan Nasional Sulawesi Tengah. (Foto: Andry/Faktasulteng.id)
Faktasulteng.id, Sigi - Lomba Sapi Gerobak yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-6 Dewan Pertukangan Nasional Sulawesi Tengah digelar di Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sigi Mohammad Rizal Intjenae, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Jufrin, Kepala Dinas Pendidikan Anwar, Ketua Kormi Sigi Roland Franklin, serta para kepala desa dan tokoh masyarakat.
Ketua Panitia, Imran, menyampaikan bahwa lomba ini diikuti peserta dari Kabupaten Sigi, Donggala, Parigi, Kota Palu hingga Sulawesi Barat.
“Selama persiapan ini kami berterima kasih kepada bapak Bupati yang telah mengsupport dengan luar biasa,” ujar Imran.
Dalam sambutannya, Bupati Sigi Mohammad Rizal Intjenae menegaskan bahwa lomba sapi gerobak merupakan bagian dari visi misinya. Ia menilai kegiatan ini bisa menjadi daya tarik wisata sekaligus menghidupkan UMKM.
“Dalam acara seperti ini tidak terlepas dari rumpun pertanian, salah satunya adalah peternakan. Maka insyaallah ke depan ini peternakan akan kami dorong untuk menjadi salah satu pendapatan dari masyarakat untuk kita tingkatkan,” kata Rizal.
Rizal juga mengungkapkan bahwa karapan sapi di Desa Sidondo akan diisi dengan sapi-sapi pilihan, termasuk sapi impor dari Brazil dan Australia. Selain itu, kambing etawa juga akan dibudidayakan di lahan seluas 58 hektare.
Ia menambahkan, pada Pekan Olahraga Nasional (Pornas) 2027 yang akan dilaksanakan di Kota Palu, Sigi, dan Donggala, lomba sapi gerobak akan dimasukkan ke dalam kategori ekshibisi.
“Karena untuk masuk dalam pekan olahraga itu, minimal harus diikuti sembilan provinsi. Nanti kita ekshibisi karapan sapi ini di daerah Desa Padende, Kecamatan Marawola,” jelasnya.
Menurut Rizal, lomba sapi gerobak merupakan destinasi wisata yang harus dipertahankan karena bisa menjadi tempat rekreasi dan hiburan masyarakat.
“InsyaAllah tahun depan saya akan menganggarkan untuk kontes sapi. Kita buka lomba kontes sapi agar para peternak ini bisa lebih memacu mengatasi masalah peternakan ke depan,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan rencana pembangunan kandang koloni sapi untuk para peternak. Hal ini dilakukan karena masih banyak sapi yang hilang dan untuk mengatasi masalah bau akibat sapi diikat di depan rumah warga.
“Ini menjadi perhatian kami para pemerintah, untuk bagaimana supaya masyarakat kita tetap hidup sehat dalam lingkungan, dan tetap juga walaupun pekerjaan utama mereka sebagai peternak, tetapi tidak mengganggu persoalan kesehatan di lingkungan sekitar mereka,” pungkasnya.
(Andry)