Bupati Sigi Angkat Isu Ekonomi Restoratif di Forum Bisnis World Expo Osaka 2025
- Sabtu, 04 Oktober 2025 - 16:56 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
paparan secara virtual dalam Business Forum World Expo 2025 di Osaka, Jepang. (Foto: Ist)
Faktasulteng.id, Jakarta - Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, tampil secara virtual dalam Business Forum bertajuk “Investing in Sustainable District Landscape: Scaling Indonesia’s Restorative Economy” yang menjadi bagian dari rangkaian World Expo 2025 di Osaka, Jepang, Jumat (3/10).
Acara tersebut mempertemukan perwakilan pemerintah, akademisi, mitra pembangunan, pelaku usaha, hingga komunitas internasional untuk mendiskusikan peluang investasi berorientasi keberlanjutan dalam mendorong transformasi ekonomi restoratif di Indonesia maupun Jepang.
Dalam forum yang mengusung tema “Dari Krisis Menuju Aksi Sinergi: Transformasi Ketahanan Kabupaten Lestari”, Rizal memaparkan kondisi Sigi yang kerap dihantam bencana alam, mulai dari gempa bumi, banjir, longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan. Ia mengingatkan kembali dampak gempa 2018 yang memicu tsunami dan likuifaksi sebagai bukti rapuhnya wilayah tersebut.
Meski demikian, Sigi memiliki potensi besar karena sekitar 70 persen wilayahnya berupa kawasan hutan, termasuk Taman Nasional Lore Lindu. “Modal alam ini harus menjadi dasar untuk membangun daerah secara lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Rizal menegaskan pembangunan berorientasi ekstraktif dan jangka pendek sudah tidak relevan. Melalui Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), ia bersama kabupaten lain berkomitmen mengubah pendekatan pembangunan menjadi berbasis ekologi, kesejahteraan masyarakat, dan ekonomi lokal yang tangguh.
Ia mencontohkan langkah konkret di Sigi yang tengah mendorong penguatan agrobisnis guna mendukung ketahanan pangan sekaligus mengurangi risiko bencana. Sementara itu, kabupaten lain seperti Siak maupun daerah di Kalimantan Barat mengembangkan model ekonomi berbasis sungai, hutan, dan perlindungan lahan gambut.
Dalam kesempatan itu, Rizal mengajak mitra nasional maupun internasional mendukung transformasi tersebut. “Daerah tidak bisa berjalan sendiri. Kita butuh kemitraan yang saling menghargai, saling menguatkan, dan berpihak pada keberlanjutan. Mari bersama-sama kita wujudkan kabupaten yang lestari, tangguh, dan berdaya, demi alam yang terjaga, masyarakat yang sejahtera, dan ekonomi lokal yang berkelanjutan,” ucapnya.
Melalui partisipasi di forum internasional ini, Pemkab Sigi meneguhkan arah pembangunan berbasiskan investasi keberlanjutan sebagai fondasi masa depan daerah yang tangguh sekaligus ramah lingkungan. (**)