Bupati Rizal Ajak Karang Taruna Jadi Pelopor Pengentasan Pengangguran dan Kemiskinan di Sigi

Bupati Rizal Ajak Karang Taruna Jadi Pelopor Pengentasan Pengangguran dan Kemiskinan di Sigi Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae saat membuka Bulan Bakti Karang Taruna ke-5 di Desa Ranteleda, Kecamatan Palolo, sekaligus mengajak pemuda menjadi pelopor pengentasan pengangguran dan kemiskinan melalui pertanian dan UMKM. (Foto: Andry/Faktasulteng.id)
Nusantara

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Sigi - Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan Bulan Bakti Karang Taruna ke-5 se-Kabupaten Sigi yang dilaksanakan di Desa Ranteleda, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, mengajak karang taruna untuk menjadi pelopor dalam pengentasan pengangguran dan kemiskinan.

Rizal menyampaikan bahwa karang taruna dapat menjadi jembatan bagi kaum muda dalam mengantisipasi tingginya angka pengangguran terbuka maupun angka kemiskinan, sesuai fungsi utamanya sebagai pelopor.

“Ini yang saya inginkan, kehadiran saya di sini mengajak untuk bagaimana visi misi besar saya dan Pak Wabub mewujudkan Kabupaten Sigi maju berkelanjutan berbasis pertanian dan pariwisata,” ujar Rizal.

Ia menambahkan, sebelum menghadiri acara Karang Taruna, dirinya sempat membuka kegiatan untuk memaparkan data kepada para investor dari Asosiasi Biochar Indonesia Internasional (ABII) yang diketuai Hashim Djojohadikusumo.

“Insyallah, beliau akan masuk di Sigi untuk investasi di daerah Pipikoro, khusus untuk perkebunan dan peternakan,” ucapnya.

Selain itu, Rizal juga menyampaikan bahwa tahun ini dan tahun depan, Gubernur Sulawesi Tengah bersama dirinya serta Bupati Parigi Moutong akan mendorong pembangunan jalan Lemban Tongoa-Sausu.

“Insyallah, minggu depan saya akan ke Sausu bersama Bapak Gubernur naik off-road untuk sampai ke Mangkalapi, dan dari Mangkalapi akan naik motor untuk sampai ke Lemban Tongoa bersama Pak Gubernur dan Bupati Parigi Moutong,” ujarnya.

Rizal juga mengajak Karang Taruna untuk menjadi garda terdepan dalam pengembangan sumber daya manusia. Ia menyinggung pelatihan yang telah dibuat oleh Dinas Nakertrans bagi pemuda yang memiliki keterampilan di bidang mesin.

“Pemerintahan tahun lalu telah membagikan mesin yang begitu besar, namun sebagian mesin yang dibagikan tidak dapat digunakan. Maka dari itu saya buat pelatihan itu. Alhamdulillah, kemarin saya lihat ada satu hand tractor yang sudah berkarat dari Desa Mpanau telah bisa digunakan dan beroperasi kembali,” ucapnya.

Ia menambahkan, setelah mengikuti pelatihan, pemerintah juga telah menyiapkan dukungan untuk pengembangan usaha.

“Insyaallah setelah mereka keluar dari sana, saya telah siapkan UMKM serta modalnya, dan Dinas Perindustrian siapkan alatnya. Maka mereka selesai pelatihan langsung buat bengkel untuk alsintan. Ini menjadi salah satu cara kita membuka lapangan pekerjaan,” sambungnya.

Lebih lanjut, Rizal menegaskan bahwa saat ini Pemkab Sigi fokus bergerak di bidang pertanian.

“Maka dari itu Sigi tidak membutuhkan emas kuning, yang dibutuhkan Sigi adalah emas hijau. Maka saya mohon Karang Taruna untuk jadi pelopor dan membuka pekerjaan untuk para petani milenial. Pertanian ini sangat menjanjikan,” pungkasnya.

(Andry)