Berani Sehat, Ikhtiar Sulteng Menghapus Sakit Karena Tak Punya Biaya
- Jumat, 01 Agustus 2025 - 16:25 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
(Foto: Ro Adpim Setdaprov Sulteng)
Faktasulteng.id, PALU - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus menapak maju dalam pembangunan kesehatan. Lewat program BERANI Sehat, warga yang tak memiliki jaminan kesehatan kini dapat berobat secara gratis. Program ini diluncurkan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Tengah dan menjadi penopang utama kesejahteraan sosial di daerah.
Sasarannya adalah warga tak mampu yang belum memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan atau yang telah nonaktif karena gagal membayar iuran bulanan.
“Jangan sampai ada masyarakat yang merintih kesakitan, tidak bisa berobat karena tidak punya uang,” ujar Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido, dalam Forum Koordinasi BERANI Sehat yang digelar di Hotel Sutan Raja, Jumat, 1 Agustus 2025. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi warga Sulteng yang terhalang akses kesehatan karena kesulitan finansial.
Forum yang dihadiri langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin ini mengundang berbagai unsur: kepala rumah sakit, kepala puskesmas, tenaga kesehatan, serta perwakilan dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Dukcapil, dan operator sistem SEHATI dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.
Program BERANI Sehat didukung oleh sistem digital SEHATI (Sistem Elektronik Jaminan Kesehatan Terintegrasi) yang menjembatani kebutuhan ribuan warga yang belum terjamin kesehatannya. Sistem ini menyatukan data lintas sektor, mulai dari Dinas Kependudukan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, fasilitas kesehatan hingga BPJS Kesehatan.
“Tidak menunggu lama langsung bisa masuk BERANI Sehat lewat SEHATI,” ujar Wagub Reny, menggambarkan kecepatan dan keunggulan sistem integratif ini.
Berdasarkan data terakhir per 30 Juli 2025, SEHATI telah memproses 23.768 pengajuan layanan kesehatan. Dari jumlah tersebut, 19.108 pengajuan berhasil dijamin sebagai peserta aktif, sementara sisanya masih terganjal persoalan administratif.
Wagub juga menekankan bahwa pengelolaan dana program ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Pemerintah daerah, katanya, berkomitmen pada prinsip akuntabilitas dan transparansi, dengan pengawasan ketat dari BPK.
“Kami sangat hati-hati dalam mengelola BERANI Sehat,” katanya.
Di sela forum, Wagub Reny menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Kesehatan RI yang pada hari yang sama turut meninjau pelaksanaan operasi bedah jantung terbuka pertama di RSUD Undata Palu — sebuah capaian bersejarah dalam layanan kesehatan jantung di Sulteng.
“Terima kasih pak menteri, banyak sekali ilmu yang saya serap dari pak menteri supaya Sulawesi Tengah ke depan lebih baik lagi,” ucapnya tulus. Ia menyambut baik pandangan Menkes yang menempatkan pembangunan kesehatan sebagai bagian penting dari Asta Cita ke-4 Presiden.
Forum koordinasi ini diharapkan menghasilkan penyamaan persepsi lintas sektor, menjaring masukan kebijakan, serta memperkuat implementasi BERANI Sehat, terutama dalam meningkatkan jumlah peserta JKN di Sulawesi Tengah. (**)