Anwar Hafid Resmikan TUK MANORO dan PAKSI, Targetkan Ratusan Penyuluh Antikorupsi di Sulteng
- Selasa, 08 Juli 2025 - 22:05 WITA
- Editor: Andry
(Foto: Andry/Faktasulteng.id)
Faktasulteng.id, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, meresmikan Tempat Uji Kompetensi (TUK) Antikorupsi Tipe Mandiri MANORO di BPSDMD Provinsi Sulawesi Tengah, bersamaan dengan peluncuran program Penyuluhan Antikorupsi (PAKSI) jalur pengalaman di provinsi tersebut.
Dalam sambutannya, Anwar Hafid menyampaikan apresiasi kepada Kepala BPSDMD Sulawesi Tengah, Yasin Baculu, atas inisiatif membentuk TUK MANORO yang merupakan yang pertama di Indonesia.
“Saya memberikan apresiasi khusus kepada Kepala BPSDMD karena diam-diam tapi memberi bukti, saya suka yang begitu. Dan juga dengan ditetapkannya tempat uji kompetensi MANORO ini, untuk pertama kalinya ada di Indonesia menjadi suatu kebanggaan untuk kita semua,” ujar Anwar.
Anwar menambahkan bahwa kehadiran TUK MANORO merupakan bentuk kepercayaan besar dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada Provinsi Sulawesi Tengah.
“KPK telah memberikan kita kepercayaan, bukan saja sebagai tempat, tapi ini adalah sebuah kepercayaan besar. Mudah-mudahan Sulawesi Tengah menjadi salah satu provinsi yang menjadi basis dimana terlahirnya penyuluh-penyuluh antikorupsi,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh kepala daerah, OPD, dan para pemangku kepentingan lainnya untuk ikut ambil bagian sebagai penyuluh antikorupsi.
“Kenapa ini menjadi penting, karena kalau kita semua di sini telah menjadi penyuluh antikorupsi maka tidak akan ada lagi yang aneh-aneh,” sambungnya.
Gubernur Anwar menyoroti pentingnya peran lingkungan dalam mencegah tindak korupsi, terutama di kalangan pemimpin.
“Kalau bosnya ke kiri, sudah pasti anak buahnya akan ikut ke kiri. Sudah seperti ini keadaan kita. Jadi yang paling penting itu adalah menciptakan lingkungan, lingkungan yang menyebabkan tidak adanya peluang untuk kita melakukan tindakan-tindakan yang menyalahi aturan yang berlaku,” ujar Anwar.
Ia menegaskan bahwa pendirian TUK MANORO dan peluncuran PAKSI merupakan langkah strategis untuk membangun integritas di kalangan ASN.
“Ini tonggak, ini merupakan starting point yang tepat untuk mewujudkan ASN yang berintegritas. Kenapa ini menjadi starting point? Karena kalau setiap hari kita merasa ada yang mengawasi,” ucapnya.
Sebagai penutup, Anwar menargetkan peningkatan signifikan jumlah penyuluh antikorupsi di Sulawesi Tengah dalam lima tahun ke depan.
“Mudah-mudahan dalam lima tahun ke depan, penyuluh antikorupsi di Sulawesi Tengah, dari yang sekarang baru berjumlah 47, jadi kita akan berusaha selama lima tahun ke depan untuk terus memberikan dukungan sebesar-besarnya hingga dari yang berjumlah 47 akan menjelma menjadi ratusan hingga ribuan,” pungkasnya. (Andry)