Anwar Hafid Janji Modal untuk WBP, Dorong Ketahanan Pangan Lewat Lapas
- Rabu, 25 Juni 2025 - 19:25 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
(Foto: Ro Adpim Setdaprov Sulteng)
Faktasulteng.id, SIGI - Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, melontarkan komitmen yang tak biasa di tengah upaya membangun ketahanan pangan daerah. Dalam peluncuran program Lapas untuk Ketahanan Pangan (PASUKAN) yang digelar di Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Palu, Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Rabu, 26 Juni 2025, Anwar menyatakan akan memberikan bantuan modal bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah menyelesaikan masa hukumannya.
“Siapapun yang keluar (dari lapas), akan saya beri bantuan sebagai modal awal,” ujar Anwar, menegaskan niat pemerintah provinsi mendukung reintegrasi sosial eks narapidana sekaligus memberdayakan mereka secara ekonomi.
Program PASUKAN sendiri merupakan kolaborasi antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah, Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulteng, dan Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Sulteng. Di dalamnya, para WBP dilatih keterampilan bertani, dengan fokus utama pada budidaya cabai. Menurut Anwar, komoditas ini kerap dipandang remeh namun justru menjadi penyumbang inflasi terbesar.
“Cabai sering terlupakan karena kita lebih fokus ke padi,” ujar Anwar. “Padahal cabai sangat fluktuatif harganya dan bisa jadi instrumen ekonomi strategis.”
Anwar melihat program PASUKAN sebagai ruang ekspresi dan pelatihan produktif bagi WBP. Ia yakin bekal keterampilan dari lapas akan menjadikan mereka tenaga pembangunan saat kembali ke masyarakat. Ia bahkan ingin mereplikasi pola program ini untuk menghidupkan kembali 23 hektare lahan tidur milik pemerintah provinsi yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
“Daripada lahan itu tidur, lebih baik dimanfaatkan oleh masyarakat untuk ditanami,” katanya. “Kita harus bergerak terus untuk BERANI Panen Raya.”
Program BERANI Panen Raya merupakan bagian dari program unggulan Pemprov Sulteng dalam bidang pertanian yang ingin disinergikan Anwar dengan inisiatif PASUKAN. Ia berharap integrasi dua program ini bisa mempercepat agenda ketahanan pangan daerah sekaligus memperluas peluang ekonomi masyarakat—termasuk eks WBP.
Peluncuran program PASUKAN di Lapas Palu turut dihadiri Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, Kepala Perwakilan BI Sulteng Rony Hartawan, Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulteng Bagus Kurniawan, dan Kepala BSIP Sulteng Dr. Femmi Nor Fahmi. Program ini diyakini menjadi model pemberdayaan sosial yang berpotensi direplikasi secara nasional. (**)