AHY Terima Penghargaan Tertinggi Alumni Nanyang Technological University Singapura, Diakui Berjasa bagi Masyarakat dan Indonesia
- Senin, 24 November 2025 - 13:22 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
- | Penulis: Redaksi
Menko AHY menerima Penghargaan Nanyang Distinguished Alumni Award 2025 di kampus NTU Singapura. (IST)
Faktasulteng.id, SINGAPURA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menerima Nanyang Distinguished Alumni Award 2025, anugerah tertinggi bagi lulusan Nanyang Technological University (NTU) Singapura, pada Jumat (21/11/2025). NTU menilai AHY sebagai sosok yang memberikan kontribusi luar biasa bagi masyarakat, bangsa, serta komunitas internasional.
Program Nanyang Alumni Awards yang mulai digelar pada 2005 menjadi ajang penghargaan bagi alumni NTU yang menorehkan prestasi di tingkat nasional, regional, maupun global. Penghargaan tertinggi dalam program tersebut adalah Nanyang Distinguished Alumni Award, kategori yang diberikan kepada tokoh dengan dampak signifikan pada publik.
AHY terpilih karena rekam jejaknya dalam sektor pertahanan, pelayanan publik, hingga pembangunan nasional. Dalam kapasitasnya sebagai Menko, ia memimpin berbagai program strategis untuk memperkuat infrastruktur serta mempercepat pembangunan wilayah di Indonesia. Perannya dinilai membawa perluasan akses pembangunan dan peningkatan kualitas layanan publik, menjadikannya figur penting dalam transformasi infrastruktur nasional.
Selain kiprahnya di pemerintahan, AHY aktif mendorong pengembangan kepemimpinan generasi muda dan partisipasi publik melalui The Yudhoyono Institute serta sejumlah inisiatif sosial. Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari komitmennya memperkuat pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam sambutannya, AHY menyampaikan rasa terima kasihnya atas penghargaan tersebut.
“Penganugerahan Nanyang Distinguished Alumni Award merupakan kehormatan yang sangat berarti bagi saya. NTU mengajarkan saya untuk berpikir kritis dan strategis, serta memandang kepemimpinan dari perspektif yang lebih luas,” ujar Menko AHY.
Ia juga menegaskan bagaimana pengalaman studinya di NTU membentuk fondasi intelektual dalam perjalanan kariernya.
“Sekitar sepuluh tahun setelah studi di Singapura, saya meninggalkan dunia militer setelah enam belas tahun mengabdi dan memasuki dunia politik. Bentuk pengabdiannya berbeda, tetapi misinya tetap sama: mengabdi kepada Indonesia,” ungkapnya.
AHY mengatakan bahwa pendekatan kepemimpinan yang ia pelajari di NTU terus memengaruhi langkahnya dalam menjalankan tanggung jawab publik.
“Cara berpikir analitis, lintas disiplin, dan berorientasi masa depan yang saya dapatkan di NTU selalu menemani saya dalam setiap langkah pengabdian. Saya percaya bahwa kebijakan yang baik memerlukan nilai dan gagasan yang diuji oleh data, dipandu empati, dan disempurnakan oleh ilmu pengetahuan,” pungkasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya wawasan strategis dalam melihat dinamika nasional dan global.
“Kekuatan harus selalu diarahkan oleh wawasan dan kebijaksanaan. Cara pandang itu terus membimbing saya dalam melihat kepentingan nasional, stabilitas kawasan, dan kerja sama global.”
Presiden NTU, Profesor Ho Teck Hua, mengatakan bahwa para penerima penghargaan tahun ini mencerminkan kualitas lulusan NTU yang mampu menggabungkan pengetahuan, kreativitas, dan empati untuk memberikan pengaruh positif.
“Para penerima penghargaan tahun ini menunjukkan bahwa lulusan NTU mampu memadukan pengetahuan, kreativitas, dan kepedulian untuk memberikan dampak nyata bagi Singapura dan dunia. Kiprah mereka dalam meraih keunggulan, memimpin perubahan, dan berkontribusi bagi masyarakat menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika NTU,” ujarnya.
Penganugerahan ini memastikan AHY sebagai salah satu alumni NTU yang tak hanya mencatat prestasi di panggung nasional, tetapi juga memberikan dampak konkret bagi kemajuan Indonesia.