41 Dapur MBG Di bawah Kendali Putri Pejabat, Netizen: “Program Ini Udah Kayak Bagi-Bagi Proyek!

41 Dapur MBG  Di bawah Kendali Putri Pejabat, Netizen: “Program Ini Udah Kayak Bagi-Bagi Proyek! Yasika Aulia Bersama Ayahnya yang merupakan Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan Yasir Machmud. (foto: IST)
Nusantara

Bagikan Berita ini!

Sulsel, Faktasulteng.id - Nama Yasika Aulia Ramadhani, putri sulung Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan Yasir Machmud, menjadi perhatian publik setelah perannya dalam mengelola jaringan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala besar di Sulsel ramai dibicarakan. Yasika, yang juga pembina Yayasan Yasika Group, memimpin langsung 41 dapur MBG yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota.

Jaringan dapur tersebut meliputi 16 dapur di Makassar, 3 di Parepare, 2 di Gowa, dan 10 dapur baru di Bone yang diresmikan pada pertengahan November 2025. Dalam keterangannya, Yasika menyebut pengelolaan dapur MBG tidak hanya fokus menyediakan makanan, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat lokal melalui pasokan bahan baku dari petani, peternak, dan pekebun.

Yasika merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dalam keluarga Yasir Machmud. Ayahnya dikenal sebagai politisi Partai Gerindra yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Sulsel, sekaligus memiliki latar belakang sebagai pengusaha di sejumlah sektor. Berdasarkan LHKPN per 31 Desember 2024, harta kekayaan Yasir tercatat sebesar Rp92,1 miliar.

Nama Yasika kembali mencuat setelah unggahan di media sosial X menyoroti dugaan praktik “bagi-bagi proyek” terkait program MBG. Sejumlah akun menuding pengelolaan dapur MBG kerap jatuh ke pihak yang sama dan dinilai memperkuat praktik kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN). Kritik juga mengemuka soal klaim pemberdayaan UMKM yang dinilai tidak terjadi, bahkan dianggap memicu kenaikan harga bahan baku di tingkat lokal.

Ekspansi 10 dapur MBG di Bone turut menjadi sorotan. Peresmian salah satu dapur di Jalan Merdeka, Kelurahan Manurunge, Tanete Riattang pada 14 November 2025 dihadiri Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Wakil Ketua DPRD Sulsel Yasir Machmud, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin, dan sejumlah pejabat lainnya.

Selain kritik mengenai tata kelola, warganet juga menyoroti potensi besarnya anggaran program. Salah satu unggahan mencoba menghitung kebutuhan dana berdasarkan kapasitas satu dapur yang melayani 3.000 porsi per hari dengan estimasi biaya Rp15.000 per porsi.

Sentimen publik di media sosial menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap transparansi dan akuntabilitas program MBG. Dugaan penyalahgunaan kewenangan, dominasi kelompok tertentu dalam pengelolaan dapur, hingga potensi beban anggaran menjadi isu yang terus mendapat sorotan. (**)