John Ario Katili dan Ramalan Geologi Sulawesi: Dari Sesar Palu-Koro hingga Gunung Colo
- Rabu, 24 Juni 2026 - 10:25 WITA
- Editor: Apri
- | Penulis: Apri
Profesor John Ario Katili
Prof. Dr. Ir. John Ario Katili atau J.A. Katili lahir di Kampung Bugis, Gorontalo, pada 9 Juni 1929. Ia merupakan putra kedelapan dari pasangan Abdullah Umar Katili dan Tjimbau Lamato. Masa kecilnya diwarnai perpindahan tempat tinggal mengikuti pekerjaan sang ayah. Pendidikan dasarnya ditempuh di Poso sebelum diselesaikan di Gorontalo. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan di Manado dan Makassar. Pengalaman hidup berpindah-pindah di berbagai wilayah Sulawesi sejak kecil termaksud di Unauna membuatnya akrab dengan bentang alam pegunungan, sungai, dan pesisir yang kelak membentuk ketertarikannya pada ilmu kebumian.
Saat menempuh pendidikan di AMS Makassar, Katili bertemu seorang guru fisika asal Belanda yang mendorong minatnya pada ilmu geologi. Di masa ketika profesi dokter, insinyur, dan sarjana hukum menjadi pilihan favorit, Katili justru memilih menekuni geologi karena meyakini ilmu tersebut menjadi kunci memahami sumber daya alam sekaligus ancaman bencana alam. Setelah lulus, ia merantau ke Bandung dan masuk Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam Universitas Indonesia yang kemudian menjadi bagian dari ITB.
Kecerdasannya membuat Katili menjadi murid kesayangan Prof. Theodorus H.F. Klompe, salah satu ahli geologi terkemuka saat itu. Karier akademiknya melesat cepat. Pada usia 30 tahun ia meraih gelar Doktor Geologi pertama di Indonesia dengan predikat cum laude, dan setahun kemudian dikukuhkan sebagai Guru Besar Geologi ITB, menjadikannya profesor geologi pertama di Indonesia.
Membangun Fondasi Geologi Modern Indonesia
J.A. Katili dikenal sebagai pelopor penerapan teori tektonik lempeng di Indonesia. Melalui berbagai penelitian dan lebih dari 250 karya ilmiah, ia menjelaskan bagaimana Indonesia terbentuk dari interaksi beberapa lempeng bumi yang aktif. Pemikirannya menjadi fondasi penting bagi pengembangan ilmu geologi, eksplorasi sumber daya alam, serta mitigasi bencana di Indonesia. Ia juga dipercaya menjadi peneliti utama program penginderaan jauh NASA untuk wilayah Indonesia.
Mengingatkan Bahaya di Teluk Palu
Bagi masyarakat Sulawesi Tengah, nama Katili dikenang karena peringatannya mengenai ancaman geologi di Palu jauh sebelum bencana besar terjadi. Pada era 1970-an hingga 1980-an, ia telah mengidentifikasi bahwa Lembah Palu berada di jalur sesar aktif Palu-Koro yang memiliki potensi menghasilkan gempa bumi besar dan tsunami. Bahkan setelah letusan Gunung Galunggung tahun 1982, Katili secara terbuka menyebut Palu sebagai salah satu kota di Indonesia yang rawan gempa dan memerlukan perhatian serius dalam perencanaan pembangunan.
Pandangan tersebut terbukti relevan ketika gempa, tsunami, dan likuefaksi melanda Palu, Sigi, dan Donggala pada 28 September 2018. Banyak kalangan kemudian kembali mengingat bahwa seorang putra Gorontalo telah memperingatkan ancaman tersebut puluhan tahun sebelumnya.
Peran Penting dalam Letusan Gunung Colo Una-Una
Kontribusi Katili terhadap Sulawesi Tengah tidak berhenti pada kajian gempa bumi. Pada 1983, ketika Gunung Colo di Pulau Una-Una, Kabupaten Tojo Una-Una, menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik, Katili yang saat itu menjabat Dirjen Pertambangan Umum ikut terlibat dalam pemantauan dan pengambilan keputusan berbasis data geologi.
Melalui analisis aktivitas gunung api dan koordinasi dengan para vulkanolog, pemerintah melakukan evakuasi besar-besaran terhadap sekitar 7.000 penduduk sebelum puncak erupsi terjadi pada Juli 1983. Langkah tersebut membuat tidak ada korban jiwa meskipun sebagian besar pulau mengalami kerusakan akibat hujan abu dan aliran material vulkanik hujan abunya bahkan menutupi udara Palu, Tollitoli, Hingga Kalimantan. Keberhasilan evakuasi Gunung Colo hingga kini dianggap sebagai salah satu contoh sukses mitigasi bencana gunung api di Indonesia.
Katili kemudian bersama vulkanolog Adjat Sudradjat menyusun kajian ilmiah mengenai erupsi tersebut yang menjadi rujukan penting dalam studi vulkanologi Indonesia dan dunia. Penelitian itu mendokumentasikan proses erupsi, dampaknya terhadap masyarakat, serta pelajaran mitigasi yang dapat diterapkan pada gunung api lainnya.
Warisan untuk Bumi Tadulako
Jejak pengabdian J.A. Katili di Sulawesi Tengah membentang dari Teluk Palu hingga Pulau Una-Una. Ia bukan hanya ilmuwan yang memahami batuan dan struktur bumi, tetapi juga visioner yang meyakini bahwa pembangunan harus mengikuti kaidah geologi.
Bagi Bumi Tadulako, warisan terbesar Katili adalah pesan sederhana namun penting: jangan pernah membangun tanpa memahami alam tempat kita berpijak. Dari Sesar Palu-Koro hingga Gunung Colo, ia telah menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan bukan hanya untuk memahami bumi, tetapi juga untuk menyelamatkan manusia yang hidup di atasnya.
Referensi:
- Neni Muhidin. John dan Metafora Bumi. Mosintuwu Institute, 19 Mei 2019.
https://www.mosintuwu.com/2019/05/19/john-dan-metafora-bumi/
(Diakses untuk informasi masa kecil J.A. Katili di Gorontalo, Poso, serta pengaruh lingkungan Sulawesi terhadap minat geologinya). - John Ario Katili, "Penemu" Tiga Lempeng Tektonik di Dasar Laut Palu. Tirto.id, 18 Juni 2020.
https://tirto.id/john-ario-katili-penemu-tiga-lempeng-tektonik-di-dasar-laut-palu-fJj7
(Diakses untuk informasi masa kecil di Una-Una, pendidikan awal, serta pandangan Katili mengenai kerawanan geologi Palu). - John Ario Katili Sang Guru Besar Pertama Indonesia Ilmu Geologi dan Kisah Kota Palu Sampai NASA. Energy World Indonesia, 20 Juni 2020.
https://energyworld.co.id/2020/06/20/john-ario-katili-sang-guru-besar-pertama-indonesia-ilmu-geologi-dan-kisah-kota-palu-sampai-nasa/
(Diakses untuk informasi peringatan Katili tentang pembangunan Kota Palu, kiprah ilmiah, dan keterlibatan dalam pengembangan ilmu tektonik Indonesia). - The Devastating 1983 Eruption of Colo Volcano, Una-Una Island, Central Sulawesi, Indonesia. Smithsonian Institution – Global Volcanism Program.
https://volcano.si.edu/volcano.cfm?vn=266010
(Diakses untuk informasi keterlibatan J.A. Katili bersama A. Sudradjat dalam dokumentasi dan kajian ilmiah letusan Gunung Colo 1983). (Sumber yang digunakan pada bagian Gunung Colo). - Doktor Geologi Pertama. TokohIndonesia.com.
https://tokoh.id/biografi/1-ensiklopedi/doktor-geologi-pertama/
(Diakses untuk informasi mengenai kontribusi J.A. Katili terhadap ilmu kebumian Indonesia dan perannya dalam mitigasi bencana).