Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Pengenalan Budaya Kaili oleh KKN 117 UNTAD di Desa Toboli Tuai Respon Positif Warga dan Organisasi Pemuda
- Jumat, 03 Juli 2026 - 07:42 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
- | Penulis: Laila Hidayati
KKN Tematik Hukum dan Kerjasama Kabupaten Parigi Moutong Angkatan 117 Universitas Tadulako (UNTAD) menggelar penyuluhan bahaya narkoba serta pengenalan budaya dan adat Kaili di Kantor Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara, Selasa (30/6/2026). Kegiatan yang menghadirkan pamong budaya, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, dan organisasi kepemudaan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran hukum sekaligus melestarikan budaya lokal. Foto: Laila Hidayati.
Faktasulteng.id, PARIGI MOUTONG – Penyuluhan Bahaya Narkoba serta Pengenalan Budaya dan Adat Kaili yang diselenggarakan KKN Tematik Hukum dan Kerjasama Kabupaten Parigi Moutong Angkatan 117 Universitas Tadulako (UNTAD) mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya generasi muda dan Pemerintah Desa Toboli. Kegiatan yang dihadiri berbagai Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) tersebut berlangsung secara interaktif di Kantor Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, pada Selasa (30/6/2026), dengan tujuan meningkatkan kesadaran hukum sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal.
Kegiatan menghadirkan narasumber dari unsur pamong budaya dan kepolisian. Taufan Muhammad selaku pamong budaya Disdikbud Parigi Moutong sekaligus warga Desa Toboli mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang menggandeng berbagai OKP dalam menggelar penyuluhan bagi kalangan muda. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam menjaga keberlanjutan pengetahuan adat dan budaya di Parigi Utara.
Taufan Muhammad mengatakan, “Saya pribadi sebagai warga disini tentu saya sangat senang dan ini merupakan terobosan dari mahasiswa KKN UNTAD yang menggandeng beberapa OKP, kegiatan seperti ini harusnya memang rutin dilaksanakan terutama penyuluhan adat atau budaya itu karena ini kerja-kerja kebudayaan ini harus terus kita galakkan sehingga ada proses regenerasi pengetahuan menyangkut dengan tradisi kita akan terus berjalan.”
Sementara itu, salah seorang peserta sekaligus Ketua OKP Karang Taruna Desa Toboli, Aldi, mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai kondisi penyalahgunaan narkoba di wilayahnya. Ia menyebut materi yang disampaikan membuka wawasan generasi muda sekaligus mendorong organisasi kepemudaan untuk melanjutkan kegiatan serupa.
Aldi menuturkan, “Untuk narkoba sendiri saya juga baru dengar ternyata di kecamatan kita sendiri ini, Parigi Utara memang jumlah pengguna narkoba terbanyak. Apalagi tadi disampaikan narasumber Bhabinkamtibmas Subsektor Parigi Utara, kalau Parigi Moutong itu sendiri paling tinggi angka penggunaan narkoba di Sulawesi Tengah. Ini penting sekali, kami mewakili anak muda di desa Toboli sangat berterima kasih kepada teman-teman KKN, banyak pesertanya kalangan anak SMA, SMP ada juga RISMA dan organisasi pemuda itu bermanfaat untuk kita semua. Setelah teman KKN selesai dari sini kita juga akan buat semacam sosialisasi ini juga mengenai narkoba khususnya.”
Ia juga berharap penyuluhan tersebut mampu menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap identitas budaya Kaili. “Untuk budaya dan adat yang disampaikan orang tua kami, banyak edukasi, motivasi, amanatnya beliau terhadap kita anak muda ini terus terang kita lihat sekarang ini banyak anak muda agak gengsi kalau pakai bahasa daerah sendiri, Kaili, itu kita poles lagi, ini merangsang pikiran anak muda SD, SMP supaya nanti terbiasa menggunakan bahasa daerah,” terangnya.
Dari unsur kepolisian, Bhabinkamtibmas Subsektor Parigi Utara, Aiptu Daud Samaralau, menilai penyuluhan tersebut memiliki dampak positif bagi generasi muda, baik dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba maupun pelestarian budaya daerah.
Aiptu Daud Samaralau mengatakan, “Ini luar biasa, sangat positif artinya apapun yang dijelaskan tentang Narkoba ini bisa menjadi panduan kedepan anak-anak karena memang bahaya narkoba ini luar biasa dan sangat masif dan soal etika budaya kita sudah mulai terkikis oleh zaman dan itu juga harus diangkat kembali agar supaya kebudayaan kita khususnya di wilayah desa Toboli ini bisa kembali berkembang.”
Koordinator Desa (Kordes) KKN UNTAD, Katriel Kristos, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan hasil diskusi bersama Pemerintah Desa Toboli yang menyimpulkan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba serta pentingnya menjaga adat dan budaya daerah.
Katriel Kristos menegaskan, “Semoga ini meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya generasi muda mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, dampak kesehatan, masa depan dan konsekuensi hukumnya. Untuk penyuluhan adat dan budaya kaili harapannya melestarikan kearifan lokal yang telah diwariskan para leluhur, semoga masyarakat dapat lebih memahami dan menghargai identitas budaya suku Kaili.”