KKN Untad 113 Tanam Mangrove di Desa Lende, Libatkan Karang Taruna dan Warga

KKN Untad 113 Tanam Mangrove di Desa Lende, Libatkan Karang Taruna dan Warga Mahasiswa KKN UNtad Angkata 113, Desa Lende, Kec. Sirenja, Kabupaten Donggala.
Mahasiswasulteng

Bagikan Berita ini!

Donggala, Faktasulteng.id – Di tengah terpaan angin laut dan ancaman abrasi yang mengintai, sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tadulako (Untad) Angkatan 113 membuktikan komitmen nyata terhadap lingkungan. Mereka menggelar aksi heroik penanaman 20 bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Lende, Kecamatan Sirenja, Donggala, pada Senin dini hari (24/10/2025). Aksi ini bukan sekadar rutinitas program kerja, melainkan sebuah ikhtiar kecil yang diharapkan menjadi benteng hijau bagi desa.

Sebuah Gerakan Melawan Abrasi dan Banjir Rob

Kegiatan penanaman mangrove ini lahir dari kesadaran akan kerentanan wilayah pesisir Desa Lende terhadap dampak abrasi dan banjir rob (pasang air laut yang tinggi). Sebagai bagian dari program kerja kelompok KKN 113, tujuan utama kegiatan ini adalah mendukung upaya pelestarian lingkungan sekaligus memberikan solusi ekologis untuk masalah yang dihadapi masyarakat setempat.

Aksi ini mendapat apresiasi penuh dari aparatur desa dan masyarakat. Farid Djokodi, S.H., Ketua Karang Taruna Langga Nunu sekaligus aparat desa, turut hadir dan terlibat aktif.

"Saya mewakili Pemerintah Desa Lende teramat mendukung sepenuhnya adanya kegiatan penanaman mangrove ini. Semoga dengan adanya penanaman mangrove ini bisa mencegah banjir rob," ujar Farid, yang juga menaruh harapan besar. "Harapan saya ke depannya semoga program ini masih berlanjut."

Perjuangan di Balik 20 Bibit Harapan

Di balik semangat yang membara, kelompok KKN 113 ternyata harus menghadapi tantangan logistik yang tidak sepele. Arfendi Gideon Gadjo, Ketua Kelompok KKN 113, berbagi kisah perjuangan mereka dalam mengupayakan bibit.

"Kami menghadapi kesulitan dalam mendapati bibit. Ada bibit namun akses tempatnya jauh sehingga sulit diambil," ungkap Arfendi. Kesulitan ini tidak menyurutkan langkah mereka. Dengan segala keterbatasan, 20 bibit berhasil ditanam, melambangkan 20 harapan untuk Desa Lende.

Harapan Arfendi tidak berhenti di hari penanaman. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan. "Besar harapan saya semoga bibit yang kami tanam bermanfaat bagi Desa Lende, dan juga saya berharap untuk ke depannya program ini dapat di lanjutkan baik masyarakat sekitar, dan pemerintah desa."

Selain diikuti oleh mahasiswa dan Ketua Karang Taruna, aksi penanaman ini juga melibatkan beberapa masyarakat di Desa Lende, menciptakan kolaborasi sinergis antara akademisi dan komunitas lokal.

 

(Fatimah/Ananda)