Kebijakan Pemeriksaan Kesehatan Untad Disorot Usai Mahasiswa Baru Meninggal dalam Perjalanan Pulang

Kebijakan Pemeriksaan Kesehatan Untad Disorot Usai Mahasiswa Baru Meninggal dalam Perjalanan Pulang Foto almarhum mahasiswa baru Universitas Tadulako - IST
Mahasiswasulteng

Bagikan Berita ini!

Faktasuteng.id, PALU — Kebijakan pemeriksaan kesehatan bagi calon mahasiswa baru di Universitas Tadulako (Untad) kembali menjadi sorotan setelah seorang mahasiswa baru dilaporkan meninggal dunia dalam perjalanan pulang usai menjalani pemeriksaan kesehatan di kampus, belum lama ini.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban merupakan mahasiswa baru jalur SNBP yang sebelumnya mengikuti pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu syarat daftar ulang. Dalam perjalanan kembali ke daerah asalnya di Kabupaten Poso melalui jalur Palu–Poso, korban mengalami kecelakaan yang berujung pada meninggal dunia.

Peristiwa ini memicu duka sekaligus kritik dari kalangan mahasiswa. Sejumlah pihak menilai kebijakan pemeriksaan kesehatan yang terpusat di kampus membebani mahasiswa, khususnya yang berasal dari luar Kota Palu dan wilayah kepulauan. Mereka harus menempuh perjalanan jauh, mengeluarkan biaya tambahan, serta menghadapi risiko perjalanan hanya untuk memenuhi persyaratan administratif.

Ketua Umum Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan Palu, Nasrun, menilai kebijakan tersebut secara tidak langsung memberatkan mahasiswa luar daerah. Ia menyoroti bahwa beban utama bukan pada biaya pemeriksaan, melainkan akumulasi ongkos transportasi dan kebutuhan hidup selama berada di Palu yang dapat mendekati Rp1 juta. Kondisi geografis Sulawesi Tengah yang mengharuskan perjalanan laut dan darat berlapis turut memperbesar beban tersebut.

Nasrun juga mendorong evaluasi kebijakan agar lebih berkeadilan, mengingat fasilitas kesehatan di daerah asal dinilai mampu melaksanakan pemeriksaan serupa secara profesional. Di sisi lain, pihak kampus melalui rektor menyatakan bahwa pemeriksaan kesehatan merupakan prosedur lama yang bertujuan mendata riwayat kesehatan mahasiswa sebagai bagian dari perlindungan asuransi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak kampus terkait insiden meninggalnya mahasiswa tersebut. Akun resmi kampus juga terpantau menutup kolom komentar di media sosial.

Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi penyelenggara pendidikan tinggi untuk menyesuaikan kebijakan dengan kondisi geografis daerah, agar akses pendidikan tidak justru menambah beban dan risiko bagi mahasiswa.