Gubernur Sulteng Sambut Aksi BEM, Bahas Beasiswa hingga Tambang Ilegal
- Kamis, 24 Juli 2025 - 11:20 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
Gubernur Sulteng Anwar Hafid dialog langsung dengan mahasiswa dalam aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur. (Foto: Biro Administrasi Pimpinan)
Faktasulteng.id, PALU — Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menerima langsung aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi BEM Nusantara Sulteng di halaman Kantor Gubernur, Rabu, 23 Juli 2025. Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan terkait evaluasi program unggulan, infrastruktur, dan pertambangan tanpa izin (Peti).
Menanggapi aspirasi tersebut, Anwar menegaskan bahwa program Nawacita BERANI tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah. Ia memastikan, program tersebut telah dimasukkan ke dalam dokumen RPJMD Provinsi Sulteng, dan tinggal menunggu penetapan sebagai peraturan daerah.
“Program ini terus kami evaluasi setiap hari agar pelaksanaannya berjalan sesuai target dan tepat sasaran,” kata Anwar Hafid di hadapan mahasiswa.
Salah satu fokus yang menjadi perhatian mahasiswa adalah Program Berani Cerdas, yang menyediakan bantuan biaya pendidikan (Dana UKT). Berdasarkan data Pemprov, dari 80.000 pendaftar, sebanyak 58.752 peserta telah terverifikasi. Bantuan beasiswa sendiri sudah disalurkan dalam empat tahap, masing-masing kepada 20, 267, 262, dan 323 orang. Total penerima manfaat hingga saat ini berjumlah 872 mahasiswa.
Tak hanya pendidikan, sektor infrastruktur juga disoroti lewat Program Berani Lancar. Salah satu proyek prioritas adalah pembukaan ruas jalan “kepala burung” di Balantak, Kabupaten Banggai. Meski dihadapkan pada sejumlah regulasi dari pemerintah pusat, Anwar memastikan pembangunan tetap berjalan sesuai visi daerah.
“Meski dihadapkan dengan kebijakan pusat, kami tetap konsisten menjalankan visi dan misi pembangunan daerah. Kami butuh kolaborasi dari semua pihak,” ucapnya.
Di sektor energi, kemajuan juga dicapai melalui Program Berani Menyala. Dari total 89 desa yang sebelumnya belum teraliri listrik, kini tersisa 86 desa yang masih dalam tahap penyambungan, berkat kerja sama dengan PLN.
Menanggapi isu tambang ilegal, Anwar menyebut akan segera membentuk Satuan Tugas Khusus untuk mempercepat penanganan Peti secara lebih terstruktur dan terkoordinasi.
Menutup dialognya dengan para mahasiswa, Anwar mengajak kalangan kampus untuk terus mengawal dan mendukung implementasi Nawacita BERANI. (**)