From Conference to Confidence, Kaprodi Manajemen FEB Untad Dorong Transformasi Mahasiswa Melalui Jalur Publikasi Internasional
- Jumat, 07 November 2025 - 12:58 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
- | Penulis: Abdy Nusantara
Koordinator Prodi S1 Manajemen FEB Untad, Harnida Wahyuni Adda, S.E., M.A., Ph.D., bersama para peserta yudisium jalur publikasi konferensi internasional usai kegiatan di Taman Inkubator Bisnis
Faktasulteng.id, Palu — Program Studi (Prodi) S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (Untad) menggelar kegiatan Public Speaking serta Yudisium Mahasiswa Rekognisi Tugas Akhir Jalur Publikasi Konferensi Internasional di Taman Inkubator Bisnis, Kamis (6/11/2025). Acara ini menjadi momentum spesial bagi enam mahasiswa yang berhasil menyelesaikan tugas akhir melalui tiga konferensi internasional serta publikasi pada jurnal bereputasi.
Koordinator Program Studi S1 Manajemen FEB Untad, Harnida Wahyuni Adda, S.E., M.A., Ph.D., mengungkapkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengkolaborasikan apresiasi akademik dengan penguatan keterampilan mahasiswa. Menurutnya, pencapaian para peserta yudisium tidak hanya menunjukkan kapasitas keilmuan, tetapi juga kemampuan menyampaikan gagasan secara profesional di forum internasional.
“Dan yang paling penting dalam hal ini sebenarnya yang kita harapkan itu, mahasiswa Prodi S1 Manajemen memiliki kepercayaan diri yang lebih baik. Bahwa dari konferensi-konferensi yang diikuti akhirnya menumbuhkan rasa confidence, percaya diri. Makanya tema secara umum itu ‘From Conference to Confidence’,” ujarnya.
Harnida menegaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah membangun budaya prestasi serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya. Ia berharap keberhasilan yang dipamerkan dapat memacu semangat adik tingkat dalam mengembangkan diri, tidak hanya secara akademik tetapi juga karakter.
Ia juga menjelaskan bahwa jalur konferensi internasional merupakan alternatif tugas akhir selain skripsi yang telah dibuka sejak empat tahun terakhir. Mahasiswa dapat lulus melalui publikasi pada jurnal minimal Sinta 3, konferensi pada level internasional, hingga jalur prestasi kompetisi.
“Jadi saat mahasiswa itu ikut mempresentasikan artikelnya, hasil penelitiannya, tentu di dalamnya itu juga ada mereka melatih kemampuan bahasa Inggris, gitu ya, dan utamanya itu adalah memupuk keberanian. Keberanian untuk mengungkapkan ide gagasannya itu pada level internasional,” tambahnya.
Dengan keberhasilan ini, Harnida berharap semakin banyak mahasiswa Manajemen yang terpacu melampaui batas akademik konvensional, membangun rasa percaya diri, dan berani bereksplorasi pada forum akademik internasional.
(Abdy HM)