Anwar Hafid Dukung PMII Sulteng Bangun Desa Literasi dan Kawal Kebijakan Publik
- Jumat, 31 Oktober 2025 - 21:16 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., menerima audiensi jajaran Pengurus Koordinator Cabang PMII Sulawesi Tengah di ruang kerjanya (IST)
Faktasulteng.id, PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menerima audiensi jajaran Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sulawesi Tengah, di ruang kerjanya, Kamis, 30 Oktober 2025. Pertemuan ini membahas sejumlah inisiatif mahasiswa dan rencana pelantikan pengurus baru dengan tema “Rekonstruksi Gerakan PMII Menuju Era Baru Bergerak dan Berdaya.”
Ketua PKC PMII Sulteng, Muhammad Fadhel, menyampaikan beberapa gagasan strategis kepada gubernur, mulai dari dukungan terhadap program BERANI Cerdas, hingga rencana pembentukan Taman Baca Masyarakat dan desa literasi. Menurut Fadhel, gerakan ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa untuk meningkatkan minat baca dan pemberdayaan masyarakat di pedesaan.
Gubernur Anwar menyambut baik ide tersebut. Ia menilai sinergi antara pemerintah dan mahasiswa penting untuk memperkuat implementasi sembilan program unggulan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, terutama BERANI Cerdas dan BERANI Berdering.
“Sinergi ini harus terus kita bangun. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan semua pihak, termasuk dari mahasiswa dan organisasi pergerakan seperti PMII,” ujar Anwar.
Ia menjelaskan, program BERANI Cerdas tidak hanya berorientasi pada bantuan biaya pendidikan, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kalau kita sudah bantu biaya sekolah, tapi minat baca rendah, maka hasilnya tidak maksimal. Karena itu, saya sangat mendukung ide PMII untuk membentuk desa literasi atau Desa BERANI Cerdas,” kata Gubernur.
Selain itu, pemerintah provinsi juga tengah menyiapkan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas akses digital melalui program BERANI Berdering. Program ini menargetkan pemerataan jaringan internet hingga wilayah pegunungan pada 2026.
“Kami sudah MOU dengan Telkomsat agar jaringan internet bisa menjangkau sekolah dan puskesmas di daerah terpencil,” jelas Anwar.
Dalam pertemuan yang berlangsung santai namun penuh substansi itu, isu lain turut dibahas, seperti keadilan fiskal dan pengelolaan pertambangan di daerah. Gubernur menegaskan komitmennya memperjuangkan porsi bagi hasil tambang yang lebih adil bagi daerah penghasil.
“Kita harus tahu berapa sebenarnya produksi dan ekspor dari perusahaan-perusahaan tambang di Sulawesi Tengah. Jangan sampai kita hanya menerima angka di atas kertas tanpa kejelasan dasar perhitungannya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti ketimpangan regulasi perpajakan antarwilayah yang membuat potensi penerimaan daerah belum optimal.
“Daerah lain bisa memperoleh pajak dari hasil industri, sementara kita hanya dikenakan di tingkat bahan mentah. Ini harus kita perjuangkan agar regulasinya diperbaiki,” katanya.
Dalam aspek lingkungan, Anwar mengingatkan pentingnya keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan pelestarian alam. Ia bahkan telah memanggil para pengusaha tambang untuk memastikan agar sungai di sekitar lokasi tambang tetap jernih.
“Saya bilang, silakan menambang asal sungai jangan merah. Kalau air sungai berubah warna, berarti ada yang tidak beres. Ini harus jadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Menutup audiensi, Gubernur mendorong kader PMII untuk terus aktif mengawal kebijakan publik secara konstruktif dan berbasis kajian ilmiah.
“Saya sangat berharap teman-teman PMII membuat kajian singkat tapi tajam, lalu kirim ke Kapolda, Panglima, Kejaksaan, dan juga ke saya. Ini menjadi dasar kuat untuk kami bertindak. Kajian mahasiswa adalah peringatan dini bagi pemerintah,” pungkasnya.