Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis, Bupati Sigi Nyatakan Kesiapan Penuh

Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis, Bupati Sigi Nyatakan Kesiapan Penuh Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae saat menghadiri Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis di Palu. (Foto: Ist)
Kesehatan

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Palu – Usai menghadiri kegiatan konsolidasi, Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae langsung bergabung dalam Rapat Koordinasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipimpin Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia, Dadan Hindayana. Rapat berlangsung bersama Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido.

Program MBG ini disebut sebagai salah satu langkah strategis pemerintah dalam menekan angka kemiskinan sekaligus memperkuat ketahanan gizi nasional. Sasaran utamanya ialah anak-anak sekolah dasar dan menengah yang membutuhkan akses terhadap makanan sehat.

“Program Makan Bergizi Gratis adalah salah satu program prioritas nasional yang harus diimplementasikan secara terintegrasi di seluruh daerah. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap anak Indonesia mendapatkan akses terhadap makanan yang sehat dan bergizi, sebagai pondasi utama bagi pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan produktif,” ujar Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam sambutannya.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menambahkan, dukungan pemerintah daerah menjadi kunci utama keberhasilan program. “Kolaborasi lintas sektor mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah hingga masyarakat, sangat penting dalam menjamin keberhasilan program ini di lapangan,” kata Anwar.

Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae memastikan daerah yang dipimpinnya siap mendukung penuh pelaksanaan MBG. Ia menyebut langkah yang disiapkan meliputi penganggaran, penyiapan infrastruktur, hingga sinergi dengan dinas teknis. “Pemda akan segera melakukan pemetaan wilayah prioritas dan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan agar program ini tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Rizal.

Rapat tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan, mulai dari penetapan target sasaran daerah prioritas, penyusunan standar menu makanan bergizi sesuai kebutuhan lokal, hingga mekanisme pengawasan agar pelaksanaan program berlangsung transparan dan akuntabel. (**)