Perkembangan Kasus MBG di Bangkep, Dapur SPPG Salakan Ditutup Sementara, Polisi Lakukan Investigasi
- Jumat, 26 September 2025 - 12:51 WITA
- Editor: Abdy Nusantara
Dapur SPPG Salakan resmi ditutup sementara sesuai instruksi BGN pusat, pasca dugaan keracunan makanan MBG di Bangkep. (Foto: Abdy/Faktasulteng.id)
Faktasulteng.id, Palu - Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) masih menyisakan tanda tanya besar. Hingga kini, hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum keluar, sementara pihak kepolisian telah turun tangan melakukan investigasi.
Hal itu diungkapkan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Salakan sekaligus Koordinator Wilayah MBG Bangkep, Erick, dalam wawancara bersama Faktasulteng.id, Jumat (26/9/2025).
“Untuk saat ini kejadian sudah ditangani pihak kepolisian untuk dilakukan investigasi lebih lanjut. Hasil uji laboratorium masih kami tunggu. Arahan khusus juga belum ada, karena kemarin saya belum sempat merapat ke Palu, sebab harus mendampingi pihak Kepolisian saat investigasi di dapur,” ujarnya.
Terkait kunjungan kerja Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) ke Palu, Erick memastikan dapur SPPG Salakan telah resmi ditutup sementara sesuai instruksi BGN pusat.
“Dapur sudah tutup sampai dengan diizinkan kembali oleh tim pengawas BGN pusat. Untuk soal laporan masyarakat atau alasan detail investigasi kepolisian, saya tidak tahu,” jelasnya.
Meski begitu, pihaknya menegaskan telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mencegah kasus serupa terulang. Upaya tersebut meliputi memperketat koordinasi dengan SPPG lain di Bangkep, mendorong mitra melakukan sertifikasi SLHS ke Dinas Kesehatan, serta bekerja sama dengan Satgas dan dinas terkait untuk monitoring dapur.
Selain itu, tim juga akan melakukan sosialisasi kembali ke sekolah-sekolah guna mengurangi rasa trauma yang dialami anak-anak dan orang tua siswa pascakejadian.
“Ini menjadi bahan evaluasi besar dan pelajaran penting bagi kami. Kami tidak segan-segan melaporkan dapur atau oknum yang tidak mengikuti juknis maupun tata kelola yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Kasus MBG di Bangkep kini menjadi sorotan publik setelah masuk ranah investigasi kepolisian. Masyarakat masih menunggu hasil uji sampel BPOM sebagai penentu penyebab utama kasus tersebut.
(Abdy HM)