Muhidin M. Said Tinjau RSUD Torabelo Sigi, Soroti Kekurangan Fasilitas dan Keterlambatan BPJS
- Sabtu, 27 September 2025 - 15:42 WITA
- Editor: Andry
Wakil Ketua Banggar DPR RI, Muhidin M. Said, didampingi Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae saat meninjau fasilitas RSUD Torabelo Sigi. (Foto: Ist)
Faktasulteng.id, SIGI - Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dari Fraksi Golkar, Muhidin M. Said, melakukan kunjungan kerja ke RSUD Torabelo Sigi, Desa Sidera, Kabupaten Sigi, pada Jumat (26/9/2025). Kunjungan tersebut difokuskan untuk meninjau kondisi fasilitas rumah sakit sekaligus menyerap aspirasi dari pemerintah daerah dan pihak manajemen terkait pelayanan kesehatan di Sigi.
Dalam agenda tersebut, Muhidin didampingi Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, Direktur RSUD Torabelo dr. Diah Ratnaningsih, serta sejumlah pejabat daerah dan tenaga medis. Rombongan meninjau berbagai ruangan, termasuk unit rawat inap dan laboratorium.
Selain itu, ia juga memantau langsung proses pembangunan dan rehabilitasi beberapa fasilitas yang sedang dalam tahap renovasi, seperti ruang tambahan pelayanan dan sarana penunjang lainnya. Hal ini dilakukan untuk memastikan pengerjaan proyek sesuai standar serta menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menyampaikan apresiasinya atas perhatian DPR RI terhadap pengembangan sektor kesehatan di wilayahnya.
“Kami tentu sangat berterima kasih atas kunjungan Pak Haji Muhidin M. Said. Ini menjadi harapan besar bagi masyarakat Sigi, terutama dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan. Saat ini kami masih menghadapi banyak kekurangan, baik dari sisi fasilitas maupun tenaga medis. Dengan kehadiran beliau, kami berharap ada dukungan nyata agar RSUD Torabelo dapat memberikan layanan yang lebih maksimal,” ujar Rizal.
Ia menambahkan bahwa Pemkab Sigi akan terus menyesuaikan kebijakan daerah dengan arahan Presiden, di antaranya digitalisasi rekam medis dan penguatan program layanan kesehatan gratis.
Muhidin M. Said dalam kesempatan itu juga menegaskan, hasil pantauan lapangan memperlihatkan masih banyak kekurangan, khususnya terkait sarana medis, kondisi infrastruktur, serta standar mutu layanan kesehatan.
“Secara keseluruhan, rumah sakit ini masih memerlukan banyak pembenahan. Fasilitas dan peralatan masih jauh dari ideal. Ini belum sejalan dengan keinginan Presiden untuk memperkuat layanan kesehatan di daerah. Rumah sakit harus dilengkapi dengan sarana yang modern, agar masyarakat tidak perlu dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan yang memadai,” ujarnya.
Ia mendorong manajemen rumah sakit untuk terus mengajukan kebutuhan sesuai perkembangan teknologi medis, sekaligus menjaga kualitas pelayanan yang ada.
Selain itu, Muhidin juga menyoroti keterlambatan pembayaran klaim BPJS yang kerap mengganggu keberlangsungan pelayanan di rumah sakit, termasuk di RSUD Torabelo.
“Hampir 90 persen masyarakat di Sigi masih mengandalkan BPJS. Namun sayangnya, sering terjadi keterlambatan pembayaran dari BPJS ke rumah sakit. Ini berdampak langsung pada kelangsungan operasional dan kualitas pelayanan. Kami berharap BPJS lebih responsif terhadap kondisi ini,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa sesuai arahan Presiden, rumah sakit tidak diperbolehkan menolak pasien. Masyarakat harus memperoleh layanan kesehatan yang layak tanpa kendala administratif.
“Kalau BPJS belum memahami kondisi di lapangan, sebaiknya mereka turun langsung melihat. Rumah sakit seperti ini bekerja keras untuk melayani masyarakat, dan mereka tidak bisa menolak pasien. Maka kewajiban semua pihak adalah mendukung penuh keberlangsungan pelayanan ini,” pungkasnya.
(Andry)