Komisi IV DPRD Sulteng Desak Perbaikan Sistem Pelayanan Kesehatan

Komisi IV DPRD Sulteng Desak Perbaikan Sistem Pelayanan Kesehatan Komisi IV DPRD Sulteng. (Foto: Abdy/Faktasulteng.id)
Kesehatan

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Palu - Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan daerah. Hal itu disampaikan usai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan Sulteng dan RSUD Undata pada Selasa (23/9/2025).

RDP yang berlangsung di Ruang Baruga DPRD Sulteng, Gedung B Lantai 3, menjadi wadah bagi para legislator untuk menyoroti persoalan menumpuknya pasien, keterbatasan sarana rumah sakit, serta lemahnya sistem rujukan.

Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, Hidayat Pakamundi, menegaskan bahwa masalah utama yang dihadapi adalah over kapasitas dan terbatasnya daya dukung layanan kesehatan. Menurutnya, perbaikan bukan hanya pada aspek fisik rumah sakit, tetapi juga menyangkut budaya pelayanan.

“Pasien butuh kepastian dan sentuhan kemanusiaan. Kalau kamar penuh, setidaknya senyum dan sikap ramah bisa menjadi obat pertama. Kita ingin ada peningkatan layanan, baik dari sisi sarana maupun etika tenaga kesehatan,” tegasnya.

Pandangan serupa disampaikan anggota Komisi IV dari Fraksi PDIP, Dr. I Nyoman Slamet. Ia menilai program Berani Sehat memberi dampak positif, namun tanpa sistem rujukan yang berjalan baik, beban rumah sakit provinsi akan semakin berat.

“Puskesmas harus jadi garda terdepan. Jangan semua pasien langsung menumpuk di Undata,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Fraksi Gerindra, Zalzulmida A. Djanggola, menekankan bahwa layanan kesehatan di Sulteng harus dibangun dalam sistem berjenjang dan terintegrasi.

“Kalau semua kabupaten-kota hanya bergantung pada Undata, jelas kita tidak mampu menampung. Perlu ada penguatan fasilitas di daerah,” katanya.

Komisi IV menegaskan bahwa hasil RDP ini akan menjadi rekomendasi strategis kepada pemerintah daerah. Dengan demikian, DPRD Sulteng berkomitmen untuk terus mengawal sektor kesehatan agar program Berani Sehat tidak hanya sekadar slogan, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat.

(Abdy HM)