Dinkes Palu Imbau Warga Terapkan PHBS dan Cegah Dehidrasi Selama Ramadan
- Sabtu, 21 Februari 2026 - 16:03 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
- | Penulis: Redaksi
Dinas Kesehatan Kota Palu mengimbau warga menjaga pola hidup bersih dan sehat selama menjalankan ibadah puasa Ramadan. (Foto: Fatima/Faktasulteg.id)
Faktasulteng.id, Palu – Dinas Kesehatan Kota Palu mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) selama menjalankan ibadah puasa agar kondisi tubuh tetap bugar hingga akhir Ramadan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu menegaskan bahwa puasa tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kesehatan, termasuk menjaga asupan cairan minimal 250 mililiter setiap 1–2 jam setelah berbuka.
Dalam imbauannya Jum’at (20/2/2026) , Dinas Kesehatan meminta masyarakat menjaga pola makan bergizi, rutin mencuci tangan, serta melakukan aktivitas fisik secara teratur. Olahraga tetap dapat dilakukan selama Ramadan dengan menyesuaikan kondisi tubuh agar tidak menyebabkan dehidrasi. Waktu yang dianjurkan untuk berolahraga adalah sekitar satu jam sebelum berbuka puasa atau setengah jam setelah salat Subuh.
“Selama puasa tetap terapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Jaga pola makan, pilih makanan bergizi, dan tetap aktif bergerak,” ujarnya.
Ia menjelaskan, olahraga masih dapat dilakukan selama Ramadan, namun perlu menyesuaikan kondisi tubuh agar tidak menyebabkan dehidrasi. “Olahraga bisa dilakukan menjelang berbuka atau setelah Subuh, yang penting jangan sampai dehidrasi karena itu bisa berdampak kurang baik bagi tubuh,” jelasnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat untuk mengatur pola konsumsi cairan. Setelah berbuka, dianjurkan minum air putih secara bertahap, sekitar 250 mililiter setiap 1–2 jam, guna memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Khusus bagi penderita maag, ia menegaskan agar tidak meninggalkan sahur. Menurutnya, sahur penting untuk menjaga kondisi lambung selama berpuasa. “Bagi yang memiliki penyakit maag, jangan sekali-kali meninggalkan sahur. Pilih makanan yang tidak merangsang asam lambung. Begitu juga penderita diabetes, hindari makanan yang terlalu manis,” katanya.
Ia menambahkan, bagi penderita penyakit kronis dan lansia, terdapat keringanan untuk tidak berpuasa sesuai ketentuan agama. Namun bagi yang sehat dan mampu, puasa tetap wajib dilaksanakan.
Di akhir pesannya, Dinas Kesehatan berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan niat yang kuat serta tetap menjaga kesehatan hingga Ramadan berakhir. “Puasa bukan untuk menyiksa, tetapi memiliki banyak manfaat bagi kesehatan jika dijalankan dengan pola yang benar,” tutupnya.
(Fatima E)