Dinas Kesehatan Tolitoli Sosialisasikan Bahaya Rokok kepada Pegawai Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura
- Kamis, 25 September 2025 - 19:00 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
Pegawai Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tolitoli mengikuti sosialisasi bahaya rokok yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli. (Foto: Aisyah/Faktasulteng.id)
Faktasulteng.id, Tolitoli - Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura menjadi lokasi sosialisasi bahaya rokok dan asap rokok yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Tolitoli, Kamis (25/9/2025). Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WITA ini menyasar tenaga fungsional dan seluruh staf kantor, dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan dampak merokok bagi perokok aktif maupun pasif.
Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tolitoli, Arsad, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sosialisasi tersebut.
“Saya sangat berterima kasih kepada Dinas Kesehatan karena telah membantu mengidentifikasi dampak rokok bagi teman-teman di kantor. Ini penting untuk menjaga kesehatan, terutama karena sebagian besar pegawai banyak bekerja di lapangan. Saya berharap melalui kegiatan ini kita bisa lebih sadar bagaimana cara berhenti merokok. Ke depan, sesuai Perda tentang kawasan tanpa rokok, besar kemungkinan aturan ini akan berlaku di seluruh fasilitas umum, termasuk kantor,” ujarnya.
Materi disampaikan oleh Harmin dari Seksi Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan. Ia menekankan pentingnya penerapan kawasan tanpa rokok di lingkungan kerja.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong agar tidak ada aktivitas merokok di dalam kantor karena bahayanya. Perokok aktif masih bisa merasakan nikotinnya, tetapi perokok pasif hanya dapat penyakit. Fokus kami memang pada kawasan tanpa rokok, dan instansi adalah salah satu dari tujuh tatanan kawasan yang harus bebas asap rokok,” jelas Harmin.
Harmin juga menyoroti faktor yang mendorong seseorang merokok, mulai dari pengaruh teman sebaya, kebiasaan keluarga, lingkungan sekolah maupun rumah, hingga anggapan keliru bahwa rokok tidak berbahaya. Ia mengingatkan, dampak rokok terhadap tubuh tidak langsung terasa, melainkan baru muncul 10-20 tahun kemudian.
Untuk 2025, Dinas Kesehatan menargetkan tujuh dinas dan delapan sekolah sebagai sasaran sosialisasi, yang akan dilanjutkan secara bertahap hingga 2026. Harapannya, meski tidak langsung membuat Tolitoli bebas rokok, setidaknya jumlah perokok dapat berkurang, terutama mengingat kasus penyakit jantung dan stroke akibat asap rokok merupakan penyebab kematian terbesar di daerah ini.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan berharap penerapan kawasan tanpa rokok dapat dimulai dari instansi pemerintah, lalu menyebar ke masyarakat, guna menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bebas asap rokok.
(Aisyah)