Bupati Sigi Dorong Kerukunan Keluarga Pue Lamariapa Bangun Yayasan Pendidikan
- Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:24 WITA
Foto Bersama Kerukunan Keluarga Pue Lamariapa di Haul Ke-19, Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi (30/8/2026).
SIGI, Faktasulteng.id — Bupati Sigi, Muhammad Rizal Intjenae mendorong Kerukunan Keluarga Pue Lamariapa mengambil peran lebih besar dalam bidang pendidikan dengan membangun yayasan pendidikan bagi masyarakat.
Pesan itu disampaikan Rizal saat menghadiri Haul Pue Lamariapa ke-19 di Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Ahad, 30 Agustus 2026.
Bupati mengatakan, Kerukunan Lamariapa memiliki sumber daya manusia yang cukup untuk mengembangkan lembaga pendidikan. Ia melihat sejumlah tokoh dalam kerukunan tersebut memiliki latar belakang sebagai pendidik maupun mantan guru.
“Kenapa tidak ambil peran untuk membuat yayasan pendidikan, agar anak-anak kita ke depan semua bisa menatap masa depan yang lebih baik,” kata Bupati.
Menurut dia, pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk memperluas kesempatan masyarakat dalam menentukan masa depannya.
“Dengan pendidikan kita bisa menjadi apa saja yang kita inginkan,” ujarnya.
Bupati juga menyinggung program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat di era Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut, kata dia, menjadi salah satu contoh intervensi pendidikan yang diarahkan kepada masyarakat dari kelompok ekonomi paling bawah.
Ia menyebut, pemerintah daerah masih menghadapi persoalan akses pendidikan dasar. Di Kabupaten Sigi, menurut Bupati, masih terdapat sekitar 12 desa yang belum memiliki taman kanak-kanak (TK).
“Di Sigi ini ada sekitar 12 desa yang belum punya taman kanak-kanak,” katanya.
Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena pendidikan anak usia dini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan anak memasuki jenjang pendidikan dasar.
Bupati mengatakan, pembangunan lembaga pendidikan tidak semata menjadi tanggung jawab pemerintah. Organisasi masyarakat, termasuk kerukunan keluarga, dapat mengambil peran sesuai kapasitasnya.
Karena itu, ia berharap Kerukunan Pue Lamariapa tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu melahirkan kontribusi sosial yang berkelanjutan melalui sektor pendidikan.
Haul Pue Lamariapa ke-19 sendiri menjadi momentum berkumpulnya keluarga dan kerabat untuk mengenang almarhum Lamariapa. Kerangka jenazah Pue Lamariapa sebelumnya dipindahkan dari Sukabumi, Jawa Barat, ke Sigi Biromaru, pada 2007 Silam, dan di Makamkan di Tanha Kelahirannya, Desa Loru.
Ketua Kerukunan Pue Lamariapa, H. Asrul Repadjori, berharap makam Pue Lamariapa dapat direnovasi sehingga pelaksanaan haul ke-20 tahun depan dapat kembali digelar di Loru, Kecamatan Sigi Biromaru, di pelataran Makam Pue Lamariapa.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Sigi, Minhar, juga menyatakan dukungannya terhadap kegiatan haul yang dilaksanakan setiap tahun. Ia mengapresiasi kehadiran Bupati Sigi dalam Haul Pue Lamariapa ke-19 di Desa Beka.
“Dari DPRD Sigi yang tergabung dalam kerukunan akan selalu mendukung kegiatan haul setiap tahunnya,” ujar Minhar.
Sementra itu, Endang Herdianty, Selaku ketua Panitia Pelaksana mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas terselenggaranya Haul Pue Lamariapa Ke-19 Tahun. Wanita yang kini menjabat sebagai Anggota Legislatif DPRD Sigi itu juga mendukung apa yang disarankan bupati sigi, untuk mengambil peran dalam dunia Pendidikan.
"kedepan semoga kita bisa mengambil peran itu, untuk ikut berkontribusi bagi pembangunan daerah, tidak hanya melalui dunia pendidikan, bahkan sosial, serta peran-peran lain yang dibutuhkan, untuk kemajuan daerah kita dan tentunya kerukunan kita" ujar Endang. (Apri)