Asrul Repadjori: Haul Pue Lamariapa untuk Menyatukan Keturunan dan Memperkuat Silaturahmi
- Minggu, 30 Agustus 2026 - 21:43 WITA
Ketua Kerukunan Pue Lamariapa, Asrul Repadjori. (Foto: Andri/Faktasulteng.id)
SIGI, Faktasulteng.id — Peringatan Haul ke-19 Pue Lamariapa yang dirangkaikan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW dilaksanakan di Desa Beka, Kabupaten Sigi, Ahad (30/8/2026).
Pue Lamariapa dikenal sebagai salah satu tokoh pejuang asal Kabupaten Sigi yang pernah diasingkan ke Sukabumi pada masa perjuangan. Setelah wafat, ia dimakamkan di Sukabumi sebelum makamnya dipindahkan kembali ke Kabupaten Sigi pada 2006.
Ketua Kerukunan Lamariapa, Asrul Repadjori, mengatakan kegiatan haul tersebut pada dasarnya rutin dilaksanakan setiap tahun pada 9 Mei. Namun, karena adanya sejumlah kendala, pelaksanaan haul tahun ini harus ditunda hingga 30 Agustus.
“Kegiatan haul seharusnya diadakan tiap tahun pada tanggal 9 Mei. Tujuannya untuk menyambung silaturahmi keturunan keluarga Pue Lamariapa yang ada di Kabupaten Sigi khususnya, dan juga yang ada di Pantai Timur,” ujar Asrul saat diwawancarai wartawan Faktasulteng.
Menurutnya, haul tidak hanya menjadi kegiatan untuk mengenang dan mendoakan Pue Lamariapa, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antar-keturunan keluarga besar Lamariapa.
Tujuan utama kegiatan tersebut, kata Asrul, adalah menyatukan persepsi keluarga agar setiap anggota kerukunan dapat saling mengenal, memahami kepentingan masing-masing, serta saling memperhatikan dan membantu.
Hal itu juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap berbagai kegiatan sosial di lingkungan keluarga, baik dalam suasana bahagia seperti pesta pernikahan maupun saat keluarga mengalami kedukaan.
“Tujuan utamanya adalah menyatukan persepsi bagaimana kerukunan keluarga ini bisa saling mengetahui satu sama lain, saling memahami kepentingan-kepentingan keluarga, saling memperhatikan dan saling membantu, termasuk kegiatan-kegiatan sosial, baik itu pesta pernikahan maupun kedukaan yang ada di internal keluarga Lamariapa,” jelasnya.
Asrul berharap keakraban dan persaudaraan yang terbangun melalui kegiatan haul dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ia menyebut, keluarga yang hadir dalam kegiatan tersebut bukan lagi hanya generasi anak atau cucu, melainkan sudah sampai pada generasi cicit Pue Lamariapa.
“Harapan saya sebagai ketua, kiranya keakraban yang dibangun ini bisa terjadi hingga ke anak cucu kita. Karena yang berkumpul ini bukan lagi anak langsung, bukan cucu langsung, tetapi sudah cicit. Sehingga pertemuan ini mudah-mudahan akan memperpanjang silaturahmi dan nantinya bisa membantu pemerintah daerah dalam program-programnya,” ungkapnya.
Pue Lamariapa, Tokoh Pejuang yang Kembali Dimakamkan di Sigi
Asrul juga menjelaskan sejarah Pue Lamariapa sebagai salah satu tokoh pejuang yang memiliki hubungan erat dengan perjalanan sejarah Kabupaten Sigi.
Menurutnya, Pue Lamariapa merupakan salah satu tokoh yang pernah diasingkan ke Sukabumi bersama sejumlah pejuang lainnya. Ia disebut diasingkan pada 1901 dan kemudian meninggal sekitar 1939.
“Pue Lamariapa merupakan seorang tokoh pejuang yang pada tahun 2024 sudah diberikan penghargaan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi. Beliau merupakan salah satu tokoh yang diasingkan ke Sukabumi,” katanya.
Ia menyebut Pue Lamariapa diasingkan bersama sejumlah tokoh pejuang lainnya, di antaranya Karanjalembah dan beberapa tokoh lainnya.
Setelah bertahun-tahun dimakamkan di Sukabumi, makam Pue Lamariapa kemudian dipindahkan kembali ke Kabupaten Sigi pada 2006.
Asrul menjelaskan, peringatan haul ke-19 yang dilaksanakan saat ini dihitung berdasarkan kembalinya makam Pue Lamariapa ke Kabupaten Sigi.
“Makammya dikembalikan ke Kabupaten Sigi pada tahun 2006, sehingga perayaan ke-19 tahun ini dihitung dari kembalinya beliau dimakamkan di Kabupaten Sigi,” pungkasnya. (Andri)