Waspada, Tolitoli Diduga Ada Teroris, Densus 88 Lakukan Penangkapan
- Jumat, 18 Juli 2025 - 13:19 WITA
- Editor: Nasha
(Foto: Nasha/Faktasulteng.id)
Faktasulteng.id, TOLITOLI – Wilayah Kabupaten Tolitoli kembali digemparkan dengan permasalahan yang sangat meresahkan masyarakat. Setelah sebelumnya menghadapi masalah banjir dan narkoba, kini Kota Cengkeh—yang dikenal sebagai salah satu wilayah paling aman di Provinsi Sulawesi Tengah—dihebohkan dengan penangkapan seorang pria yang diduga terlibat jaringan terorisme oleh Tim Densus 88 Anti-Teror Polda Sulteng pada Kamis, 17 Juli 2025.
Kejadian ini mengkhawatirkan masyarakat, terutama karena penangkapan dilakukan bertepatan dengan acara pengukuhan dan penerimaan Surat Keterangan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Tolitoli. Dikhawatirkan kejadian tersebut dapat mengganggu jalannya kegiatan, sehingga Satuan Pengamanan setempat seperti Satpol PP melakukan pengawasan lebih ketat.
Dikutip dari media TrendSulawesi.com, tim gabungan dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-Teror Polda Sulteng bersama Satuan Brimob Polda Sulteng Batalyon A Pelopor Kompi 4 melakukan penangkapan terhadap seorang pria berinisial L (53 tahun) yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme.
Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua RT 33 Kompleks Perumahan Bola Indah, Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, Hamkah Rahmadi.
“Iya benar ada penangkapan oleh Tim Densus 88 AT Polda Sulteng kepada L di kediamannya,” ujar Hamkah.
Ia pun mengaku tidak menyangka dan tidak menduga bahwa L ditangkap oleh Polisi, terutama Tim Densus 88, karena selama ini dikenal sebagai pribadi yang baik dan aktif bersosialisasi dengan tetangga maupun masyarakat sekitar.
Berdasarkan informasi dari TrendSulawesi.com, kronologi penangkapan terjadi saat L sedang minum kopi bersama keluarga di kediamannya sekitar pukul 07.30 WITA. Tim Densus 88 AT Polda Sulteng langsung melakukan penangkapan dan sterilisasi lokasi kejadian. Adapun barang bukti yang berhasil diamankan antara lain dua unit handphone dan satu dokumen yang diduga menjadi bukti keterlibatan L dalam jaringan terorisme.
Selanjutnya, L dibawa menuju Markas Komando Brimob Tolitoli pada pukul 08.00 WITA. Saat proses penangkapan berlangsung, terlihat seorang anak yang tidak terima karena ayahnya dibawa oleh pihak kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Polres Tolitoli maupun Polda Sulawesi Tengah terkait identitas, keterlibatan, dan barang bukti yang diamankan dalam operasi tersebut. Kapolres Tolitoli, AKBP Wayan Wayracana Aryawan, juga belum memberikan respons saat dikonfirmasi mengenai penangkapan terduga teroris tersebut.
Kejadian ini menimbulkan kehebohan di tengah masyarakat yang tidak menyangka bahwa seseorang yang dikenal baik ternyata diduga sebagai anggota jaringan teroris. Peristiwa ini menjadi peringatan bagi warga untuk tetap waspada, berhati-hati, dan tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. (Nasha)