Tragedi di Loli: Maut Mengintai di Balik Tongkang Kapal
- Senin, 10 Februari 2025 - 05:46 WITA
- Editor: Redaksi
Ilustrasi/Ist
Minggu sore itu, mentari mulai meredup di Desa Loli, Kecamatan Banawa, Donggala. Namun, suasana tenang desa itu tiba-tiba terusik oleh kabar duka. Tiga warganya, Maruf, Aco, dan Ateng, ditemukan tak bernyawa di dalam sebuah kapal tongkang yang berlabuh di salah satu jetty tambang galian C di Desa Loli Oge.
Maruf, Aco, dan Ateng bukanlah orang asing di sekitar jetty. Mereka adalah bagian dari kehidupan di sana, sosok-sosok yang selalu hadir membantu menarik tali tongkang saat datang maupun pergi. Orang-orang mengenal mereka sebagai “anak-anak di jetty”.
Sore itu, seperti biasa, mereka berada di sekitar tongkang. Mungkin mencari rezeki dari potongan besi tua yang bisa ditemukan di sana. Namun, siapa sangka, niat mencari rezeki itu berujung pada tragedi yang merenggut nyawa mereka.
Kisah pilu ini bermula ketika Maruf, salah satu dari ketiganya, masuk ke dalam lambung kapal melalui lubang yang disebut ‘manhole’. Diduga, ia terhirup gas beracun yang mematikan di dalam kapal tersebut. Tak lama kemudian, Aco menyusul untuk menolong, namun naas, ia pun bernasib sama.
Ateng, yang melihat kedua temannya tak kembali, dengan berani mencoba menyusul masuk ke dalam lambung kapal. Niatnya adalah menolong, namun takdir berkata lain. Ia pun menjadi korban berikutnya dari gas beracun yang mematikan itu.
Dilansir dari Radarsulteng.net, Haris, salah seorang warga yang juga masih keluarga korban, menuturkan bahwa manhole di tongkang tersebut baru saja dibuka. Kemungkinan besar, gas beracun masih berada di dalam tongkang saat mereka masuk. “Gas beracun di dalam tongkang itu memang berbahaya sekali,” ujarnya dengan nada khawatir.
Yani, warga lainnya, juga mengungkapkan hal yang sama. “Mereka masuk ke dalam lubang itu, baru di situ ada gas beracun,” katanya.
Proses evakuasi terhadap ketiga korban berlangsung sejak sore hingga malam hari. Tim SAR bekerja keras untuk mengeluarkan mereka dari dalam kapal. Ketiganya sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawa mereka sudah tidak tertolong.
Tragedi ini meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga korban dan seluruh warga Desa Loli. Mereka kehilangan tiga sosok yang selalu ada di jetty, membantu kapal tongkang yang datang dan pergi.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua akan bahaya gas beracun yang bisa mengintai di mana saja, bahkan di tempat yang sering kita anggap aman. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali dan menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu berhati-hati. (Ap)