Teror Malam di Lolu: Begal Mengintai, Warga Resah
- Senin, 02 Juni 2025 - 19:50 WITA
- Editor: Andry
Foto: Ilustrasi/Ai
Faktasulteng.id, Sigi - Kegelapan malam kembali menelan korban di Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru. Seorang wanita menjadi sasaran pembegalan di dekat terminal, area yang memang dikenal sepi dan minim penerangan. Insiden ini menambah panjang daftar kasus serupa yang membuat warga Lolu dicekam ketakutan.
Kurniadin Latjedi, Kepala Desa Lolu, cepat tanggap. Meskipun korban bukan warga asli Lolu, insiden di wilayahnya menjadi tanggung jawabnya. “Korban memang tinggal di Desa Lolu tapi bukan warga Desa Lolu, tetapi itu tidak menjadi masalah karena kejadiannya ada di Desa Lolu,” ujarnya. Bersama Polres Sigi, Kurniadin langsung bergerak menyelidiki kasus ini.
Kronologi yang didapatkan Kades cukup mengkhawatirkan. Pelaku mencoba merampas tas korban, namun gagal. Akibatnya, korban terjatuh dari sepeda motor dan menderita luka-luka. Dugaan sementara, pelaku adalah “anak-anak geng” yang sering berkumpul di area terminal. “Dugaan sementara itu anak-anak geng itu berasal dari desa Lolu, Kalukubula dan Marawola,” terang Kades, menambahkan bahwa pelaku masih buron.
Antisipasi dan Harapan

Kurniadin Latjedi, Kepala Desa Lolu (Foto: Andry/Faktasulteng.id)
Kades Kurniadin tak tinggal diam. Ia mengimbau masyarakat Lolu, terutama kaum ibu dan remaja, untuk tidak melintas di area terminal setelah pukul sembilan malam. Mereka adalah target empuk para begal. Tak hanya itu, Kurniadin juga telah mengirim surat ke Pemerintah Daerah, meminta pemasangan lampu penerangan di area terminal yang gelap gulita. Ia berharap hal ini bisa meminimalisir aksi kejahatan dan membubarkan kerumunan anak-anak geng.
Respons juga datang dari aparat kepolisian. Kapolsek Biromaru, Bapak Abdul Azis, SH., menegaskan komitmennya. “Dari kejadian ini kami akan lebih memperketat penjagaan di lokasi-lokasi rawan terjadi kejahatan seperti di Mpanau dan jalan Tambuli atau area sekitar terminal,” ujarnya. Patroli akan digenjot, bahkan di jam-jam yang sebelumnya dianggap tidak rawan.
Kasus ini memang memicu keresahan. Warga sekitar terminal, atau siapa pun yang kerap melintas di sana, kini merasa was-was. Insiden berulang ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemdes, Pemda, dan kepolisian untuk memastikan keamanan dan ketenteraman masyarakat Lolu. (andry)