Fauzan Azima: Pansus DPRD Sulteng Harus Pastikan Penyelesaian Konflik Sawit

Fauzan Azima: Pansus DPRD Sulteng Harus Pastikan Penyelesaian Konflik Sawit Anggota DPRD Sulteng asal Tolitoli, Fauzan Azima, saat mengikuti RDP di Kantor DPRD Sulteng, Palu, terkait konflik agraria sawit. (Foto: Abdy/Faktasulteng.id)
Hukrim

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Palu - Anggota DPRD Sulawesi Tengah asal Kabupaten Tolitoli, Fauzan Azima, menegaskan bahwa pembentukan Panitia Khusus (Pansus) oleh DPRD Sulteng harus benar-benar menjadi jalan keluar dalam menyelesaikan konflik lahan sawit yang telah menahun di Tolitoli.

Pernyataan itu ia sampaikan usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar di DPRD Sulteng, Selasa (9/9/2025). RDP tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, serta berbagai pihak yang berkepentingan atas persoalan agraria di Tolitoli.

“Ya, tadi hasil dari RDP, kita sepakat bersama Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten untuk membentuk Pansus. Panitia khusus ini akan menindaklanjuti hasil rapat, terutama menyangkut perusahaan-perusahaan sawit yang sudah berdiri sejak 2010 lalu,” ungkap Fauzan kepada Faktasulteng.id.

Lebih lanjut, Fauzan menekankan bahwa pembentukan Pansus tidak boleh berhenti pada keputusan administratif saja, melainkan harus disertai langkah nyata di lapangan. Ia menyebut DPRD Sulteng bersama tim terkait akan turun langsung melakukan inspeksi ke sejumlah lokasi perkebunan sawit di Kabupaten Tolitoli.

“Iya, kita akan tindak lanjut juga, berkunjung langsung ke lokasi-lokasi di Kabupaten Tolitoli bersama teman-teman anggota DPRD Provinsi,” ujarnya.

Menurut Fauzan, inspeksi lapangan sangat penting agar keputusan DPRD tidak hanya didasarkan pada laporan tertulis, tetapi benar-benar menggambarkan kondisi masyarakat yang terdampak konflik lahan.

Dengan terbentuknya Pansus, DPRD Sulteng diharapkan dapat memastikan penyelesaian konflik agraria yang berlarut-larut, sehingga kepentingan masyarakat terlindungi dan kepastian hukum atas lahan dapat ditegakkan. (Abdy HM)