Wujudkan Keinginan Orang Tua di Tengah Sakit, Alan dan Serli Lakukan Akad Nikah di RSUD Ampana

Wujudkan Keinginan Orang Tua di Tengah Sakit, Alan dan Serli Lakukan Akad Nikah di RSUD Ampana Akad Nikah Alan dan Serli di RSUD Ampana pada Jumat 11 September 2026. (Foto/IST).
Feature

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Ampana — Pernikahan Alan dan Serli semula telah dijadwalkan pada Oktober 2026. Gedung, keluarga, dan berbagai persiapan telah disiapkan untuk menyambut hari ketika keduanya mengucapkan janji sebagai suami istri.

Tetapi hidup kadang meminta seseorang mengubah rencana demi sesuatu yang jauh lebih berarti.

Ketika kondisi kesehatan calon mertua Alan menurun, keluarga dihadapkan pada sebuah kenyataan. Di tengah perawatan di rumah sakit, ada satu keinginan sederhana yang masih ingin diwujudkan: menyaksikan anaknya menikah.

Keinginan itu kemudian mengubah jadwal yang telah disusun.

Alan dan Serli memutuskan tidak menunggu hingga Oktober. Akad nikah dimajukan dan dilaksanakan di RSUD Ampana, Jumat, 11 September 2026.

Tidak ada suasana pesta yang meriah. Tidak ada panggung besar atau dekorasi pernikahan seperti yang mungkin telah dibayangkan sebelumnya.

Yang ada adalah sebuah ruang rumah sakit, keluarga, doa, dan dua orang yang memilih mengucapkan janji pernikahan di tengah situasi yang tidak mudah.

Bagi Alan dan Serli, tempat bukanlah persoalan utama.

Yang terpenting adalah orang yang mereka cintai dapat menyaksikan salah satu hari paling penting dalam hidup mereka.

Akad nikah tersebut sempat membuat orang-orang yang melihatnya bertanya-tanya. Mengapa pernikahan dilangsungkan di rumah sakit?

Jawabannya sederhana, tetapi menyentuh.

Akad itu dimajukan bukan karena mereka mengubah impian tentang pernikahan, melainkan karena mereka tidak ingin kehilangan kesempatan untuk mewujudkan sebuah harapan.

Sebelumnya, Alan dan Serli telah merencanakan akad sekaligus resepsi pada Oktober 2026. Meski akad telah dilaksanakan lebih awal, resepsi tetap akan digelar pada Oktober sesuai rencana semula.

Dengan demikian, Jumat, 11 September 2026 menjadi hari ketika keduanya secara resmi memulai kehidupan sebagai pasangan suami istri.

Sebuah awal yang mungkin tidak pernah mereka bayangkan.

Namun justru karena berlangsung dalam keadaan yang tak biasa, momen tersebut menjadi begitu berarti bagi kedua keluarga.

Pernikahan Alan dan Serli mengingatkan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dalam bentuk pesta besar dan kemeriahan.

Kadang, kebahagiaan hadir dalam bentuk yang sangat sederhana: seorang ayah atau ibu yang masih diberi kesempatan melihat anaknya mengucapkan ijab kabul.

Di RSUD Ampana, di tengah suasana perjuangan melawan sakit, sebuah keluarga memilih merayakan cinta dengan cara mereka sendiri.

Mereka tidak sedang mengejar pesta.

Mereka sedang mengejar waktu.

Dan sebelum waktu itu berlalu, Alan dan Serli memilih memastikan satu keinginan sederhana bisa menjadi kenyataan.

Kini, keluarga hanya berharap kondisi kesehatan calon mertua Alan segera membaik, sehingga ia dapat kembali berkumpul bersama keluarga dan menyaksikan perjalanan rumah tangga Alan dan Serli setelah hari yang penuh makna itu.

Sebab pada akhirnya, pernikahan bukan hanya tentang di mana akad dilangsungkan. Ia tentang siapa yang hadir, siapa yang menyaksikan, dan alasan mengapa dua orang memilih untuk saling mengikat janji. *(Fatimah)