Zulkarnain Resmi Terpilih Menakhodai Samudra Pantoloan, Siap Bawa Klub Lebih Profesional di Liga 4
- Senin, 01 Juni 2026 - 15:43 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
- | Penulis: Redaksi
Zulkarnain resmi ditetapkan sebagai Ketua dan Manajer Club Samudra Pantoloan untuk memimpin klub menghadapi kompetisi Liga 4 dan mengembalikan kejayaan sepak bola Pantoloan.
Faktasulteng.id, Pantoloan — Tongkat estafet kepemimpinan Club Samudra Pantoloan resmi berpindah tangan. Melalui musyawarah dan kesepakatan bersama keluarga besar sepak bola Pantoloan, Zulkarnain dipercaya dan ditetapkan sebagai Ketua sekaligus Manajer Club Samudra Pantoloan untuk melanjutkan perjuangan dan pengembangan klub ke depan. Saat ini Samudra Pantoloan telah menjadi bagian dari kompetisi Liga 4 dan diharapkan mampu kembali menjadi kekuatan sepak bola kebanggaan masyarakat Pantoloan.
Keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama para pendiri, pengurus, pemain, dan seluruh elemen yang selama ini terlibat dalam perjalanan Samudra Pantoloan. Nama-nama seperti Rian, Ivand, dan rekan-rekan lainnya dinilai memiliki peran besar dalam menjaga eksistensi klub dalam beberapa tahun terakhir hingga mampu terus berkembang dan kembali menjadi wadah pembinaan sepak bola masyarakat Pantoloan.
Samudra Pantoloan bukan sekadar sebuah klub sepak bola. Nama besar ini memiliki sejarah panjang yang membanggakan. Pada era 1980-an hingga 1990-an, Samudra Pantoloan dikenal sebagai salah satu kekuatan sepak bola yang menjadi kebanggaan masyarakat. Kini, semangat itu kembali dihidupkan oleh generasi baru dengan harapan mengembalikan kejayaan sepak bola Pantoloan.
Dalam sambutannya, Zulkarnain menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan klub tidak akan ditentukan oleh satu orang, melainkan oleh kebersamaan seluruh keluarga besar sepak bola Pantoloan.
"Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Saya menyadari bahwa mungkin saya bukan orang yang paling hebat dalam bermain sepak bola. Namun jika berbicara tentang mengelola organisasi dan membangun kebersamaan, saya memiliki semangat dan komitmen untuk membawa Samudra Pantoloan menjadi lebih baik."
"Saya mengajak seluruh keluarga besar Samudra Pantoloan untuk bersatu, menjaga kekompakan, dan menjunjung tinggi kedisiplinan. Klub ini tidak akan maju jika hanya mengandalkan satu atau dua orang. Kita harus bergerak bersama, saling mendukung, dan saling menguatkan."
Menurutnya, Samudra Pantoloan bukan hanya tentang sepak bola, tetapi juga tentang kebanggaan daerah dan masa depan generasi muda Pantoloan.
"Ini bukan hanya tentang sebuah klub. Ini tentang harga diri daerah kita, tentang kebanggaan kampung kita, dan tentang masa depan anak-anak muda Pantoloan. Mari kita tinggalkan perbedaan, satukan niat, dan bekerja bersama untuk mengembalikan kejayaan Samudra Pantoloan."
"Saya tidak bisa berjalan sendiri. Saya membutuhkan dukungan para senior, pemain, pengurus, suporter, dan seluruh masyarakat Pantoloan. Jika kita kompak dan disiplin, saya yakin Samudra Pantoloan bukan hanya mampu bersaing di Liga 4, tetapi juga bisa kembali menjadi kebanggaan masyarakat sebagaimana masa kejayaannya dahulu."
Terpilihnya Zulkarnain menjadi simbol dimulainya babak baru perjalanan Samudra Pantoloan. Dengan semangat persatuan, gotong royong, dan komitmen bersama, seluruh keluarga besar klub bertekad menjadikan Samudra Pantoloan sebagai kekuatan sepak bola yang mampu bersaing sekaligus menjadi wadah pembinaan generasi muda.
Kehadiran kepengurusan baru dinilai memiliki relevansi besar bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Pantoloan, karena klub diharapkan mampu menjadi ruang pembinaan generasi muda serta menghidupkan kembali tradisi sepak bola daerah yang pernah berjaya pada masanya.
Kini harapan itu kembali berlayar. Dari Pantoloan, sebuah semangat baru lahir untuk menghidupkan kembali sejarah, menjaga warisan para pendahulu, dan menulis prestasi baru bagi sepak bola Pantoloan.
"Samudra Pantoloan bukan milik satu orang, bukan milik satu kelompok. Samudra Pantoloan adalah milik seluruh masyarakat Pantoloan. Saatnya bersatu, saatnya bergerak, dan saatnya mengembalikan kejayaan."