Medali Ketiga Sulteng dari Kudus: Kisah Sarlan, Atlet Wushu yang Tak Gentar Lawan Raksasa Nasional
- Minggu, 26 Oktober 2025 - 19:30 WITA
- Editor: Apri
- | Penulis: Redaksi
Sarlan (merah) di arena PON Bela Diri Kudus 2025
KUDUS, Faktasulteng.id – Kehangatan perjuangan atlet Sulawesi Tengah (Sulteng) di arena PON Bela Diri 2025 kembali menghadirkan kebanggaan. Kali ini, sorotan tertuju pada Sarlan, atlet Wushu yang dikenal akrab disapa Batmab. Ia sukses mengukir kisah emas perunggu setelah tampil gemilang di GOR Kaliputu Djarum, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (25/10/2025).
Medali perunggu dari Sarlan ini bukan sekadar angka, melainkan simbol ketangguhan dan kegigihan. Perunggu wushu ini melengkapi koleksi Sulteng, yang sebelumnya telah dibuka oleh dua atlet karate putri, Reyva Imelda Sambenthiro dan Tri Fachyanti Ramadhana, di kategori kumite.
Moh. Adnan, Pelatih Wushu Sulawesi Tengah, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyebut perjuangan Sarlan di arena PON bukanlah perjalanan yang mudah. Sarlan harus berhadapan langsung dengan atlet-atlet wushu terbaik yang berasal dari provinsi dengan tradisi bela diri yang jauh lebih tua.
“Sarhan tampil luar biasa. Dari awal kami sudah tahu lawannya berat, tapi dia tetap tenang dan fokus. Perunggu ini adalah hasil kerja keras dan latihan panjang yang dilakukan sejak persiapan di Palu,” tutur Adnan, menyoroti disiplin dan mental baja anak didiknya.
Adnan optimistis, capaian ini menjadi penanda bahwa pembinaan wushu di Sulteng, yang tergolong "masih muda" dibandingkan provinsi lain, kini sudah bergerak ke arah yang sangat positif. Prestasi ini menjadi motivasi besar untuk menargetkan hasil yang lebih baik di ajang mendatang.
Apresiasi Fathur Razaq: Konsistensi Pembinaan Kunci Sukses
Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah, Muhammad Fathur Razaq, menyampaikan apresiasi mendalam atas torehan tiga medali perunggu di cabang bela diri.
“Kita patut bangga. Dari karate hingga wushu, atlet-atlet Sulteng menunjukkan semangat juang dan disiplin luar biasa. Ini bukti nyata bahwa kerja keras pelatih, atlet, dan dukungan semua pihak mulai berbuah hasil,” kata Fathur Razaq, tokoh muda yang juga memimpin Pertina Sulteng.
Fathur menegaskan komitmen KONI untuk terus mengawal pembinaan cabang-cabang bela diri. “Anak-anak muda Sulteng punya potensi besar, dan tugas kita memastikan mereka terus berkembang. Kami akan terus kawal pembinaan ini supaya prestasi tidak berhenti di sini,” tegasnya.
Medali perunggu Sarlan bukan hanya menambah daftar perolehan, tetapi juga mengukuhkan posisi Sulawesi Tengah sebagai kontingen yang menunjukkan progres signifikan di kancah olahraga nasional, menjadikan semangat juang dan konsistensi sebagai modal penting untuk masa depan yang lebih gemilang.