Museum Sulteng Gelar Pameran Arkeologika “Jejak Peradaban” Hadirkan Beragam Program Publik

Museum Sulteng Gelar Pameran Arkeologika “Jejak Peradaban” Hadirkan Beragam Program Publik Pameran “Jejak Peradaban” di Museum Sulteng, Palu
Faktarians

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Palu Museum Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Pameran Khusus Koleksi Arkeologika bertemaJejak Peradaban: Benang Merah Masa Lalu, Kini, dan Esok” pada 17–21 November 2025 di Gedung Auditorium Museum Sulteng, Jalan Kemiri No. 23A Palu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya museum memperkuat kedekatan masyarakat terhadap warisan budaya daerah.

Kepala UPTD Museum Sulteng, Drs. Rim, M.Hum menjelaskan bahwa pameran tersebut mencerminkan perubahan orientasi museum dari sekadar pengelolaan koleksi menuju pemberdayaan publik. “Kegiatan yang kami lakukan ini merupakan bagian dari upaya museum memperkuat layanan publik. Ada perubahan paradigma dari yang sebelumnya object oriented, yaitu hanya berfokus pada pengumpulan dan pendeskripsian koleksi yang saat ini jumlahnya sudah sekitar 7.400 hingga 7.500 benda koleksi menjadi public oriented. Artinya, museum kini diarahkan untuk lebih dikenal dan diakses secara luas oleh masyarakat,” katanya.

Pameran menampilkan berbagai koleksi arkeologika, seperti kapak batu, gerabah kubur, tau-tau, artefak kulit kayu, serta benda peninggalan lain yang menunjukkan kreativitas dan sistem kepercayaan masyarakat masa lampau. Seluruh koleksi tersebut merupakan bagian dari lebih dari 7.400 benda yang tersimpan di Museum Sulteng.

Selama lima hari pelaksanaan, museum juga menghadirkan rangkaian kegiatan publik untuk memperkuat pemahaman pengunjung terhadap koleksi yang dipamerkan. Program tersebut mencakup belajar mengenal koleksi arkeologika, belajar tenun Donggala (Buya Sabe), pengenalan tradisi Meduta dalam konteks upacara adat, hingga workshop musik tradisional Kakula. Selain itu, turut digelar lomba permainan tradisional gasing dengan temaPermainan Gasing: Penguat Jati Diri dan Karakter.”

Kolaborasi lintas lembaga ikut memperkuat penyelenggaraan pameran, mulai dari PAUD, perguruan tinggi, komunitas seni, sanggar budaya, hingga lembaga mitra seperti Bank Indonesia dan TVRI yang mendukung publikasi serta pengayaan materi dan koleksi. Dari sisi pendanaan, pihak museum memastikan kegiatan ini didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Kebudayaan.

Pameran arkeologika ini menjadi pameran khusus kedua yang digelar Museum Sulteng pada tahun 2025, setelah sebelumnya menghadirkan pameran historika Ragam Peristiwa Sejarah Terbentuknya Provinsi Sulteng pada bulan April. Museum berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan setiap tahun dengan cakupan lebih besar serta melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan di Sulawesi Tengah.

(Abdy HM)