Kunjungan Perpustakaan Meningkat, Budaya Literasi di Kota Palu Menguat

Kunjungan Perpustakaan Meningkat, Budaya Literasi di Kota Palu Menguat Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu, Drs. Syamsul Saifudin, MM, saat memberikan keterangan terkait peningkatan indeks literasi masyarakat di Kota Palu
Faktarians

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Palu Upaya peningkatan literasi yang dijalankan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu menunjukkan hasil signifikan dalam tiga tahun terakhir. Data Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mencatat lonjakan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) serta Tingkat Gemar Membaca (TGM), didorong oleh pembinaan aktif terhadap perpustakaan sekolah dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu, Drs. Syamsul Saifudin, MM, saat diwawancarai di Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu, Lorong Bukit Cina, Jalan Soekarno Hatta, Kota Palu, Jumat (7/11/2025).

Menurut Syamsul, pada 2022 nilai IPLM Kota Palu berada di kisaran 50, tertinggal dari sejumlah daerah lain. Kondisi tersebut memicu langkah pembenahan data perpustakaan, mulai dari tingkat kunjungan, jumlah koleksi buku, hingga sumber daya pengelola.

“Hasilnya mulai terlihat pada 2023, ketika capaian IPLM naik menjadi 84,45. Tren positif terus berlanjut pada 2024 dengan nilai 91,10, menunjukkan peningkatan signifikan dalam akses dan budaya literasi masyarakat,” ujarnya.

Indikator Tingkat Gemar Membaca (TGM) berbasis survei juga menunjukkan perkembangan serupa. Pada 2022, nilainya berada pada kategori rendah, sekitar 30–40. Setahun kemudian naik hingga kisaran 50, dan pada 2024 meningkat menjadi 71, masuk kategori baik.

Untuk mempertahankan tren positif tersebut, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu menjalankan sejumlah program, antara lain pembinaan berkala, monitoring dan evaluasi, peningkatan layanan, serta penyelenggaraan lomba sebagai tolok ukur minat baca. Selain alokasi rutin, kolaborasi dengan komunitas literasi juga terus digencarkan.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu turut membuka ruang aktivitas bagi penyandang disabilitas, salah satunya melalui pelatihan bahasa isyarat. Kegiatan komunitas literasi yang digelar setiap akhir pekan turut memperluas akses layanan, berdampak pada meningkatnya jumlah kunjungan. Saat ini, perpustakaan mencatat rata-rata 150 pengunjung per hari.

Syamsul berharap tren peningkatan ini dapat berlanjut pada 2025 dan mendorong masyarakat memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang pembelajaran inklusif.

“Semoga ini menjadi manfaat bagi masyarakat. Kita berharap, ayo manfaatkan perpustakaan, menjadi tempat yang inklusif, bisa meningkatkan kesejahteraan kita,” ujarnya.

Dengan berbagai program penguatan dan peningkatan minat baca, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu menargetkan literasi masyarakat terus meningkat di tahun-tahun mendatang.

(Abdy HM)