Komnas Perempuan Dukung Napak Tilas SKP-HAM, Tekankan Pemulihan Korban dan Pendidikan Publik

Komnas Perempuan Dukung Napak Tilas SKP-HAM, Tekankan Pemulihan Korban dan Pendidikan Publik Wakil Ketua Komnas Perempuan, Dahlia Madanih, menghadiri kegiatan “Napak Tilas” SKP-HAM Sulteng sebagai bagian dari kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan.
Faktarians

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Palu  Wakil Ketua Komnas Perempuan, Dahlia Madanih, menghadiri kegiatan “Napak Tilas” yang digelar di Sekretariat SKP-HAM Sulteng, Jl. Basuki Rahmat, Palu, Kamis (11/12/2025) sore. Kehadirannya menjadi bagian dari rangkaian kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan yang berlangsung sejak 25 November hingga 10 Desember.

Dalam kunjungan tersebut, Komnas Perempuan menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda penghapusan kekerasan terhadap perempuan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas lokal. Tahun ini, kampanye mengangkat tema “Kembalikan Ruang Aman bagi Perempuan”, sebagai respons atas meningkatnya kasus kekerasan di berbagai ruang publik, termasuk fasilitas kesehatan, transportasi, hingga lingkungan kampus.

Khusus di Sulawesi Tengah, Komnas Perempuan memberikan perhatian pada upaya memorialisasi dan pemulihan perempuan korban konflik Poso. Dukungan terhadap pelaksanaan napak tilas dipandang sebagai bagian penting dari pemenuhan hak korban, terutama terkait reparasi, kompensasi, dan pemulihan yang layak agar mereka dapat kembali menata kehidupan.

“Napak tilas ini sangat penting untuk memberikan pendidikan publik dan memorialisasi agar peristiwa-peristiwa kelam di masa lalu tidak terulang pada generasi mendatang,” ujar Dahlia Madanih.

Menurutnya, memorialisasi tidak hanya sekadar mengenang peristiwa, melainkan juga bentuk pengakuan negara dan masyarakat atas kebenaran sejarah. Pengakuan ini menjadi ruang pemulihan yang kuat bagi korban, khususnya perempuan yang kerap menjadi kelompok paling rentan dalam situasi konflik. Melalui proses tersebut, korban mendapatkan hak atas kebenaran, keadilan, dan pemahaman yang utuh mengenai peristiwa yang mereka alami.

Komnas Perempuan juga menilai bahwa napak tilas memiliki fungsi strategis sebagai pendidikan HAM bagi generasi muda. Mahasiswa dan publik luas diharapkan dapat memahami dampak konflik dan pelanggaran HAM yang pernah terjadi, termasuk luka sosial, kemiskinan, dan penderitaan panjang yang dialami warga, khususnya perempuan.

Kegiatan “Napak Tilas” SKP-HAM Sulteng ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang pemulihan bagi para penyintas, tetapi juga mendorong kesadaran kolektif agar kekerasan dan pelanggaran HAM tidak kembali terulang. (Abdy HM)