KARSA Institute Soroti Tantangan Disabilitas di Pedalaman, Komitmen Dampingi Sigi 5 Tahun ke Depan
- Rabu, 10 Desember 2025 - 21:09 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
- | Penulis: Andri Aziz Azandi
Ketua Dewan Pengawas KARSA Institute Rahmat Saleh menyampaikan komitmen penguatan inklusi disabilitas pada Peringatan HDI 2025 di Sigi.
Faktasulteng.id, Sigi – KARSA Institute menegaskan komitmennya untuk membantu Pemerintah Kabupaten Sigi dalam mempercepat pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas, terutama yang tinggal di wilayah pedalaman. Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Pengawas KARSA Institute, Rahmat Saleh, pada Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 di Sigi, Rabu (10/12/2025).
Rahmat mengungkapkan bahwa tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah belum sinkronnya data mengenai jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Sigi. Ia menyebut masih terdapat perbedaan signifikan antara data pemerintah dan berbagai lembaga.
“Ada yang menyebut 3.000, ada juga 800 untuk kategori dewasa, sedangkan data terbaru dari Dinas Sosial mencapai sekitar 13.000. Langkah awal kami adalah memastikan verifikasi seluruh data tersebut bersama OPD agar kita memiliki angka yang benar-benar jelas,” terangnya.
Ia menekankan pentingnya data yang valid sebagai dasar perumusan program dan intervensi yang tepat.
Lebih lanjut, Rahmat menyoroti tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas di wilayah pedalaman, khususnya terkait keterbatasan akses layanan publik.
“Pelayanan untuk saudara-saudara kita di daerah yang jauh dari pusat pemerintahan jauh lebih sulit dibandingkan mereka yang tinggal lebih dekat,” ujarnya.
Meski begitu, ia mengapresiasi sejumlah desa yang telah menunjukkan inisiatif lebih dulu dalam mendukung penyandang disabilitas. Ia mencontohkan Desa Banasu di Kecamatan Pipikoro serta Desa Peana, yang sudah menyusun peraturan desa dan menyediakan fasilitas ramah disabilitas, termasuk aksesibilitas di rumah ibadah.
“Ini membuktikan bahwa ketika pemahaman dan perspektif inklusi sampai ke tingkat desa, mereka mampu mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan masalah di lingkungannya,” jelas Rahmat.
Ia menegaskan bahwa KARSA Institute berkomitmen untuk mendampingi pemerintah dan masyarakat Sigi secara jangka panjang.
“Dalam 3 hingga 5 tahun ke depan, kami akan terus memberikan dukungan bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sigi,” tandasnya.