Kanwil Ditjenpas Sulteng Gelar Panen Raya Ketahanan Pangan di Lapas Kelas IIA Palu
- Kamis, 15 Januari 2026 - 15:43 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
- | Penulis: Andri Aziz Azandi
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah Bagus Kurniawan meninjau Panen Raya Ketahanan Pangan di Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Kelas IIA Palu, Kabupaten Sigi
Faktasulteng.id, SIGI – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah melaksanakan Panen Raya Ketahanan Pangan secara serentak di Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Kelas IIA Palu, Desa Langaleso, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Kamis (15/1/2026).
Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari 15 aksi strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sekaligus mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurut Bagus, ketahanan pangan merupakan sektor yang sangat krusial dan tidak tergantikan oleh perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Ketahanan pangan berperan penting dalam menjaga stabilitas negara dan kesejahteraan masyarakat.
“Ketahanan pangan adalah sektor strategis. Dalam kondisi darurat seperti konflik atau krisis, logistik pangan akan sangat menentukan,” ujar Bagus.
Ia menambahkan, sekitar 5 persen hasil produksi dari program ketahanan pangan ini akan diserap oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun pihak ketiga dalam pengadaan bahan makanan.
Berdasarkan data hasil panen di Lapas Kelas IIA Palu, Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah berhasil menghasilkan 70 kilogram kangkung dari lahan seluas 1.342 meter persegi, 200 kilogram jagung dari lahan seluas 726 meter persegi, serta 40 kilogram jambu kristal dari lahan seluas 12.252 meter persegi.
Ke depan, Bagus menyampaikan pihaknya berencana menggandeng Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengembangkan sektor peternakan ayam dan budidaya ikan. Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi tingginya permintaan bahan pangan, khususnya dari program MBG.
Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Palu, Makmur, menjelaskan bahwa pengelolaan lahan pertanian tersebut melibatkan warga binaan yang telah memenuhi syarat untuk mengikuti program pembinaan kerja.
“Pengelolaan lahan ini melibatkan sekitar 14 warga binaan Lapas Kelas IIA Palu yang telah memenuhi persyaratan untuk dipekerjakan,” pungkasnya.