Jalal Arianza Tegaskan May Day 2026 sebagai Momentum Perkuat Komitmen untuk Keadilan Buruh

Jalal Arianza Tegaskan May Day 2026 sebagai Momentum Perkuat Komitmen untuk Keadilan Buruh Sekertaris FNPBI Kota Palu Jalal Arianza menegaskan May Day 2026 adalah momen aspirasi perjuangan buruh. (Abdy/FaktaSulteng).
Faktarians

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Palu, — Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day), organisasi dan aliansi buruh di Kota Palu menggelar kegiatan di Roemah Balkot dengan tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (02/05/26) ini turut dihadiri oleh Wali Kota Palu dan berlangsung tertib serta penuh semangat solidaritas.

Dalam momentum tersebut, buruh Kota Palu menyampaikan pernyataan sikap sebagai bentuk aspirasi dan harapan kepada pemerintah daerah. Buruh menekankan pentingnya perlindungan terhadap hak-hak pekerja agar dapat bekerja secara aman, adil, dan bermartabat.

Selain itu, buruh mendorong penguatan penegakan hukum terhadap perusahaan yang melanggar ketentuan ketenagakerjaan, khususnya terkait upah, pemutusan hubungan kerja (PHK), dan jaminan sosial. Buruh juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kebijakan yang berpihak pada pekerja serta menghindari praktik kerja yang tidak layak.

Isu peningkatan kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan kerja, serta kepastian kerja turut menjadi sorotan. Tidak kalah penting, perlindungan terhadap buruh perempuan juga ditekankan, termasuk hak cuti melahirkan, perlindungan dari diskriminasi dan pelecehan, serta jaminan lingkungan kerja yang aman.

Sekretaris Panitia May Day Kota Palu, Jalal Arianza, yang juga menjabat sebagai Sekretaris FNPBI Kota Palu, menegaskan bahwa May Day harus menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama.

“May Day bukan hanya seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan keadilan bagi buruh. Kami berharap pemerintah daerah membuka ruang dialog yang konstruktif dan berkelanjutan, sehingga hubungan industrial di Kota Palu dapat berjalan lebih harmonis,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang sehat antara pemerintah, pengusaha, dan buruh sebagai kunci menciptakan iklim ketenagakerjaan yang adil dan berkeadilan.

Dengan semangat solidaritas, buruh Kota Palu berharap aspirasi yang disampaikan dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah demi terwujudnya kesejahteraan bersama. *(Jalal/FNPBI Kota Palu).