Festival Tende Cerita Kedua “Patende Akbar” Hidupkan Kembali Nilai-Nilai Kearifan Lokal di Palu
- Minggu, 23 November 2025 - 11:40 WITA
- Editor: Ananda Ramadan
- | Penulis: Abdy Nusantara
Suasana meriah Festival Patende Akbar yang mengangkat kembali tradisi tende sebagai identitas budaya Lembah Palu
Faktasulteng.id, Palu – Tradisi tende kembali diangkat lewat Festival Tende Cerita Kedua bertajuk “Patende Akbar” yang dilaksanakan di Sriti Convention Hall, Jalan Durian No. 88 Palu, Sabtu (22/11/2025) pukul 18.30 WITA. Kegiatan kebudayaan ini digagas sebagai ruang untuk menghidupkan kembali cara berkomunikasi turun-temurun yang telah lama menjadi bagian dari identitas masyarakat Lembah Palu dan Sulawesi Tengah.
Tende dikenal sebagai seni bertutur yang mengutamakan pujian, penghargaan, dan kelembutan bahasa. Dalam perkembangannya, tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pendidikan sosial yang mengajarkan tata krama, kehalusan berbicara, serta rasa hormat antar individu maupun kelompok. Festival ini menjadi ajang untuk memperkenalkan kembali nilai tersebut kepada generasi muda agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui pendekatan kreatif, penyelenggara menghadirkan konsep festival yang menggabungkan unsur tradisi dengan kemasan hiburan yang lebih modern. Upaya tersebut tampak dari sejumlah kegiatan yang menyertai pelaksanaan festival, di antaranya lomba mewarnai, penyerahan hadiah lomba push bike, penyerahan manfaat KUR, kampung tende, serta pengumuman juara tende sebagai ajang apresiasi bagi peserta yang menampilkan kemampuan bertutur terbaik. Penampilan live music dari grup band Kangen Band turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sebagai penutup hiburan untuk masyarakat.
“Festival ini sangat menarik bagi saya, bukan hanya karena adanya konser yang menampilkan musisi nasional, tetapi juga karena bazar makanannya sangat beragam. Banyak UMKM yang menjajakan produk khas daerah dengan rasa yang unik dan harga terjangkau. Hal itu membuat suasana festival semakin meriah, ramai, dan terasa hidup.” ujar salah satu peserta festival.
Festival “Patende Akbar” diharapkan tidak hanya memperluas pemahaman masyarakat terhadap nilai budaya lokal, tetapi juga memperkokoh posisi budaya sebagai sarana edukatif yang positif dan membangun. Kehadiran festival ini menegaskan bahwa tradisi tende masih dapat hidup di tengah dinamika modern, sekaligus menjadi simbol bahwa budaya lokal dapat berkembang dengan cara yang menyenangkan, hangat, dan tetap berpijak pada nilai penghargaan sosial. (Abdy HM).