Festival Literasi Sulteng Bangkitkan Budaya Membaca dan Karya Tulis Lokal

Festival Literasi Sulteng Bangkitkan Budaya Membaca dan Karya Tulis Lokal Festival Literasi Sulawesi Tengah 2025 yang berlangsung di halaman kantor dinas
Faktarians

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Palu — Festival Literasi Sulawesi Tengah kembali digelar di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah pada 6—8 November 2025. Mengangkat tema “Membudayakan Literasi Menuju Berani Cerdas untuk Sulawesi Tengah Nambaso” serta tagline “Perpustakaan Hadir Demi Martabat Bangsa”, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Bulan Gemar Membaca dan Hari Kunjungan Perpustakaan (BGMHKP).

Rangkaian festival diisi dengan beragam aktivitas yang menyasar semua kalangan, mulai dari lomba mewarnai untuk 100 anak PAUD dan TK, lomba menulis cerpen tingkat SMA/MA, hingga bedah buku. Pengunjung juga dapat menikmati pameran karya desa binaan perpustakaan yang menampilkan hasil implementasi keterampilan berbasis literasi.

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Tengah, Muh Idham Khalid, S.Sos., M.AP., menjelaskan bahwa festival ini menjadi ruang strategis untuk membangun ekosistem literasi sekaligus memantik kreativitas generasi muda. Menurutnya, tren literasi di Sulawesi Tengah menunjukkan perkembangan positif dengan mulai tumbuhnya penulis-penulis lokal.

Idham menyebut, penguatan literasi daerah turut didukung oleh Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang diinisiasi Perpustakaan Nasional. Program tersebut mendorong masyarakat mempraktikkan ilmu dari bahan bacaan menjadi keterampilan produktif yang bernilai jual.

“Jadi, tujuan kegiatan ini untuk pertama menumbuhkan daripada minat baca, kecintaan terhadap literasi di kalangan masyarakat, khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah. Jadi kita tidak ketinggalan. Alhamdulillah di tahun 2024 ini kita sudah berada pada tingkat 17 dari 38 provinsi. Nah, sebelumnya kita di angka 26 dari 38 provinsi. Berarti alhamdulillah naik signifikan dan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, festival ini juga bertujuan memperkuat sinergi gerakan literasi sekolah, keluarga, dan masyarakat, serta mengukuhkan peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat. Hal tersebut selaras dengan Program Berani Cerdas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia.

Festival ini diikuti oleh 13 perpustakaan kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah dan menjadi wadah kolaborasi lintas daerah. Melalui karya, inovasi, dan praktik keterampilan membaca, perpustakaan diharapkan mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa dan komunitas.

Idham berharap, dukungan Pemerintah Provinsi dalam hal ini Gubernur Sulawesi Tengah dapat terus berlanjut agar festival menjadi agenda rutin tahunan.

“Harapannya kegiatan ini terus digaungkan untuk menjaga semangat literasi di Sulawesi Tengah,” pungkasnya.

(Abdy HM)