Dishub Palu Sebut Kritik ASN soal Bus Trans Jadi Bahan Evaluasi Pelayanan

Dishub Palu Sebut Kritik ASN soal Bus Trans Jadi Bahan Evaluasi Pelayanan Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu, Trisno Yunianto. (Abdy/FaktaSulteng).
Faktarians

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, PALU — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu menyatakan kritik dan masukan dari ASN maupun masyarakat terkait kebijakan penggunaan Bus Trans Palu menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki layanan transportasi publik di ibu kota Sulawesi Tengah tersebut.

Kepala Dishub Kota Palu Trisno Yunianto, mengatakan sebagian besar kritik yang muncul berkaitan dengan fasilitas halte, kepastian rute, hingga akses informasi kedatangan armada bus.

Kritik itu bagus dan membangun. Mereka sebenarnya mau beralih ke bus, cuma masih ada kekurangan-kekurangan yang harus kami perbaiki,” ujar Trisno saat wawancara via online pada Jumat (08/05/2026).

Ia mengakui pada tahap awal operasional, sejumlah fasilitas penunjang memang belum maksimal. Namun Dishub terus melakukan pembenahan berdasarkan laporan dan masukan masyarakat.

Menurutnya, salah satu langkah yang telah dilakukan ialah menghadirkan aplikasi Mitra Darat agar pengguna dapat melacak posisi bus secara real time. Selain itu, Dishub juga melakukan penyesuaian rute pada jalur yang dinilai padat penumpang.

Kami evaluasi setiap minggu. Kalau ada jalur yang penumpangnya menumpuk, kami tambah armada di jalur itu,” katanya.

Trisno menjelaskan evaluasi rutin dilakukan melalui rapat mingguan yang turut menampung aspirasi ASN dan masyarakat. Ia menyebut berbagai perubahan pelayanan yang dilakukan selama ini merupakan hasil dari masukan pengguna transportasi umum.

Di sisi lain, ia juga menjelaskan kebijakan penggunaan Bus Trans Palu bagi ASN hanya efektif pada hari kerja tertentu. Hal itu disebabkan adanya penerapan Work From Anywhere (WFA) dan Work From Home (WFH) di lingkungan Pemerintah Kota Palu.

Yang naik bus itu hanya Senin, Selasa, dan Rabu. Hari Kamis WFA dan Jumat WFH,” jelasnya.

Dishub Kota Palu juga terus mendorong masyarakat memanfaatkan layanan Bus Trans yang telah disediakan pemerintah. Saat ini, tarif umum hanya dikenakan Rp5 ribu untuk penggunaan seharian penuh, sedangkan pelajar dan mahasiswa digratiskan.

Trisno berharap masyarakat tidak ragu menyampaikan kritik maupun saran demi peningkatan kualitas layanan transportasi publik di Kota Palu.

“Kami akan selalu menampung dan memperbaiki pelayanan yang kami berikan. Mari bersama-sama mulai belajar berpindah dari kendaraan pribadi ke angkutan massal,” tutupnya. *(Abdy HM).