Dishub Palu Klarifikasi Kebijakan ASN Naik Bus Trans, Tekankan Efisiensi BBM dan Perubahan Pola Transportasi

Dishub Palu Klarifikasi Kebijakan ASN Naik Bus Trans, Tekankan Efisiensi BBM dan Perubahan Pola Transportasi Kadishub Kota Palu Trisno Yunianto. (Abdy/FaktaSulteng).
Faktarians

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, PALU — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu memberikan klarifikasi terkait kebijakan penggunaan Bus Trans Palu bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang belakangan menuai sorotan publik. Kadishub Kota Palu, Trisno Yunianto, menegaskan kebijakan tersebut bukan aturan baru, melainkan telah berjalan sejak 2025 melalui surat edaran Wali Kota Palu.

Dalam wawancara via online, Jumat (08/05/2026), Trisno menjelaskan kebijakan itu awalnya bertujuan mendorong perubahan pola pikir ASN agar mulai beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.

“Pegawai ASN Kota Palu harus memberikan contoh bagaimana mulai berubah dari menggunakan kendaraan pribadi beralih menggunakan kendaraan angkutan massal dalam aktivitas kantor,” kata Trisno.

Ia mengatakan, pada 2026 kebijakan tersebut diperkuat dengan semangat efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM), sejalan dengan arahan pemerintah pusat terkait penghematan energi.

Trisno juga meluruskan informasi terkait rekaman suara atau voice note yang sempat beredar luas di media sosial. Menurutnya, instruksi tegas yang disampaikannya hanya berlaku untuk internal Dishub Kota Palu, bukan seluruh ASN di lingkup Pemerintah Kota Palu.

Ia menegaskan tidak memiliki kewenangan memberi sanksi kepada ASN di luar Dishub karena pengawasan diserahkan kepada masing-masing kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

“Voice saya itu hanya untuk pegawai Dishub. Saya tidak punya kewenangan memerintahkan seluruh ASN Kota Palu,” tegasnya.

Untuk pegawai Dishub sendiri, kata dia, pengawasan dilakukan melalui bukti scan barcode tiket, karcis, hingga pemantauan CCTV di ruang kontrol Dishub.

Selain itu, Dishub juga membuka ruang evaluasi terhadap berbagai kritik masyarakat maupun ASN terkait layanan Bus Trans Palu. Beberapa masukan yang diterima antara lain terkait halte, kejelasan rute, hingga sistem pelacakan armada.

Menurut Trisno, sejumlah perbaikan telah dilakukan, termasuk menghadirkan aplikasi Mitra Darat yang memungkinkan masyarakat memantau posisi bus secara langsung.

“Sekarang lebih gampang lagi, sudah ada aplikasi Mitra Darat. Jadi masyarakat bisa tahu berapa menit bus akan sampai,” katanya.

Ia berharap masyarakat dan ASN dapat mulai membiasakan diri menggunakan transportasi publik yang telah disediakan pemerintah sebagai bagian dari upaya membangun budaya transportasi massal di Kota Palu. *(Abdy HM).