Dari PNS ke Pengusaha, dari Brand Lokal ke Ekspansi Nasional, Hidayat Pakamundi dan Aldi Gifari Kupas Kepemimpinan Adaptif di Era Digital

Dari PNS ke Pengusaha, dari Brand Lokal ke Ekspansi Nasional, Hidayat Pakamundi dan Aldi Gifari Kupas Kepemimpinan Adaptif di Era Digital Talkshow bertajuk Leadership Without Borders: Memimpin di Era Global, Digital, dan Kolaboratif menghadirkan dua narasumber dari latar belakang berbeda, yakni Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah, H. Hidayat Pakamundi, S.E, dan Chief Creative Officer (CCO) Kopi Arobi, Aldi Gifari, S.E. Kegiatan ini digelar di Hotel Zamrud Palu, Jalan Munif Rahman, Minggu (15/2/2025)
Faktarians

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Palu – Talkshow bertajuk Leadership Without Borders: Memimpin di Era Global, Digital, dan Kolaboratif menghadirkan dua narasumber dari latar belakang berbeda, yakni Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Tengah, H. Hidayat Pakamundi, S.E, dan Chief Creative Officer (CCO) Kopi Arobi, Aldi Gifari, S.E. Kegiatan ini digelar di Hotel Zamrud Palu, Jalan Munif Rahman, Minggu (15/2/2025), pukul 11.30 WITA.

Dalam paparannya, Aldi Gifari memperkenalkan Kopi Arobi sebagai brand lokal asli Kota Palu yang tumbuh dan berkembang bersama generasi muda. Ia menyebut perjalanan sebagai pelopor usaha kopi di Palu bukan hal mudah.

“Brand Kopi Arobi merupakan brand lokal dan asli Kota Palu. Sebagai brand yang menjadi first mover di kota ini tentu tidak mudah. Kami menjadi brand Palu pertama yang berani membawa sistem franchise dan bisa berkembang hingga memiliki banyak gerai, tidak hanya di Palu tetapi juga di luar Sulawesi,” ujar Aldi.

Menurutnya, kekuatan utama manajemen Kopi Arobi terletak pada pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Ia menegaskan bahwa bisnis mereka bukan sekadar menjual produk, melainkan membangun sistem manajemen yang kuat.

“Core business manajemen Kopi Arobi sebenarnya mengatur tentang SDM. Kami mengatur plotting, training, hingga penilaian untuk upgrading posisi. Sebagai Chief Creative, saya juga bertugas menjaga citra brand melalui berbagai campaign serta merespons langsung laporan dan masukan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, H. Hidayat Pakamundi membagikan perjalanan kariernya yang penuh lompatan keputusan. Ia mengaku sempat bercita-cita menjadi dosen dan pernah berkarier sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), sebelum akhirnya memilih jalur wirausaha.

“Saya pernah menjadi Pegawai Negeri Sipil, tetapi menurut saya leadership di sana lebih banyak memimpin diri sendiri dan keluarga. Untuk memimpin lembaga butuh proses panjang. Karena itu saya berani mengambil langkah spekulatif keluar dari PNS dan memilih profesi menjadi wirausaha,” ungkap Hidayat.

Ia menilai dunia usaha memberinya ruang lebih luas untuk bertumbuh dan membangun jejaring kepemimpinan sejak usia muda.

“Ketika saya beralih menjadi wirausaha, saya melakukan lompatan besar menjadi seorang kontraktor mitra pemerintah. Dengan profesi tersebut saya sudah bisa berdiskusi dan setara dengan pimpinan daerah, bertemu bupati, wali kota, bahkan gubernur. Hari ini saya dipercaya menjadi Ketua Komisi IV DPRD Sulteng, dan bisnis saya tetap berjalan tanpa bertabrakan dengan aturan maupun conflict of interest,” tegasnya.

Talkshow ini menjadi ruang refleksi bagi peserta tentang pentingnya kepemimpinan adaptif di era global dan digital, baik dalam sektor pemerintahan maupun dunia usaha. Perpaduan pengalaman legislatif dan praktisi bisnis lokal memberikan perspektif berbeda tentang bagaimana membangun kepemimpinan yang kolaboratif dan berorientasi pada pengembangan manusia. (Abdy HM).