Dari Kebersihan hingga Sedekah Subuh, RT Uwe Salura Gerakkan Solidaritas Warga

Dari Kebersihan hingga Sedekah Subuh, RT Uwe Salura Gerakkan Solidaritas Warga Lomba Kebersihan Lorong, Masyarakat Uwe Salura, Tondo.
Faktarians

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, PALU – Sejak resmi bertugas, Ketua RT 1 Uwe Salura, Kelurahan Tondo. Mustika Sari melakukan langkah awal berupa pemetaan persoalan warga di Lorong Uwe Salura, Tondo, Palu. Hasil pemetaan menunjukkan terdapat 12 masalah mendasar, dengan persoalan sampah dan kebersihan lingkungan sebagai prioritas utama. Hal itu disampaikan Mustika saat diwawancarai Jumat (6/02/2026).

Ia menjelaskan, pemetaan dilakukan melalui observasi dua bulan dan penyebaran google form aspirasi kepada masyarakat.

“Saya bentuk tim penggerak, karena mereka memilih saya. Kami buat Google Form dan juga pengisian manual agar warga menyampaikan harapan dan keluhannya. Dari situ terlihat sampah menjadi masalah pertama, apalagi banyak kos-kosan tanpa tong sampah,” ungkapnya.

Menindaklanjuti temuan itu, RT menggagas lomba kebersihan di 12 lorong dengan melibatkan camat, lurah, dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu sebagai tim penilai. Program tersebut dinilai membawa perubahan signifikan terhadap wajah permukiman.

“Pak Camat sampai mengatakan ini bisa jadi percontohan. Lorong yang dulu kotor perlahan mulai tertata,” katanya.

Selain kebersihan, warga juga menggerakkan program Sedekah Subuh melalui celengan koin Rp500 di setiap rumah. Dana yang terkumpul digunakan untuk membantu warga yang mengalami kesulitan ekonomi, termasuk memulangkan seorang warga terlantar ke Pantai Barat setelah dua malam terlantar.

“Kalau sendiri mungkin tidak sanggup, tapi kalau bersama-sama jadi ringan. Sedekah subuh ini bukti bahwa kepedulian sosial masih hidup di tengah masyarakat,” tutur Mustika.

Memasuki Ramadan, RT berencana memberi perhatian khusus kepada enam anak yatim piatu di wilayah tersebut. Di sisi lain, dua kelompok tani baru dibentuk dengan fokus pada budidaya cabai dan anggur impor guna meningkatkan pendapatan ibu-ibu setempat.

“Saya tidak hanya menuntut warga aktif, tapi juga harus memikirkan perekonomian mereka. Pemberdayaan ekonomi harus jalan seiring dengan kegiatan sosial dan keagamaan,” tegasnya.

Rangkaian program itu diharapkan menjadikan Lorong Uwe Salura sebagai contoh lingkungan yang bersih, peduli, dan berdaya, sekaligus memperkuat solidaritas warga Tondo dan menjadi percontohan warga lainnya di Kota Palu. (Abdy HM).