Persiapan Haul Guru Tua ke-58 Capai 95 Persen, Puluhan Ribu Jamaah Siap Hadir di Palu

Persiapan Haul Guru Tua ke-58 Capai 95 Persen, Puluhan Ribu Jamaah Siap Hadir di Palu Koordinator Humas panitia Haul Guru Tua ke-58, Hadi Wijaya, memberikan keterangan terkait kesiapan pelaksanaan kegiatan yang telah mencapai 95 persen di Palu.
Fakta Islami

Bagikan Berita ini!

Faktasulteng.id, Palu — Menjelang pelaksanaan Haul Guru Tua ke-58 yang akan digelar pada Rabu, 1 April 2026, panitia memastikan seluruh persiapan telah mencapai 95 persen. Kegiatan tahunan yang menjadi salah satu agenda keagamaan terbesar di Sulawesi Tengah ini diperkirakan akan dihadiri 60 hingga 70 ribu jamaah dari berbagai daerah di Indonesia.

Koordinator Humas panitia, Hadi Wijaya, menyampaikan bahwa berbagai tahapan persiapan telah dilalui secara matang, mulai dari rapat koordinasi hingga evaluasi teknis di setiap bidang. Panitia juga terus memfinalisasi aspek teknis, termasuk penyambutan tamu lokal maupun VVIP yang dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, hampir seluruh persiapan telah rampung. Setiap seksi sudah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Saat ini kami tinggal mematangkan hal-hal teknis, termasuk penyambutan tamu lokal maupun VVIP,” ujarnya saat ditemui.

Antusiasme masyarakat terhadap Haul Guru Tua terus meningkat setiap tahunnya. Tahun ini, jumlah jamaah yang hadir diperkirakan mencapai 60 hingga 70 ribu orang dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, sekitar 80 persen dari sedikitnya lima menteri yang dijadwalkan hadir—yakni Menteri Sosial, Menteri Agama, Menteri Kebudayaan, Menteri Kehutanan, serta Menteri ATR/BPN—telah mengonfirmasi kehadiran.

“Ini adalah wujud kecintaan kita kepada Guru Tua, pendiri Alkhairaat. Setiap tahun jamaah terus bertambah, dan itu menjadi semangat bagi kami untuk memberikan pelayanan terbaik,” tambah Hadi.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, panitia mengklaim telah melakukan evaluasi menyeluruh guna memastikan pelaksanaan berjalan lebih tertib dan lancar. Berbagai potensi kendala telah diantisipasi sejak dini, termasuk pengaturan arus jamaah serta kesiapan fasilitas pendukung.

Kehadiran sejumlah pejabat tinggi negara turut menjadi perhatian dalam aspek pengamanan. Panitia telah berkoordinasi intensif dengan aparat terkait untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif.

“Dengan kehadiran para menteri, pengamanan tentu kami tingkatkan. Ini menjadi prioritas agar seluruh jamaah bisa beribadah dengan nyaman dan khusyuk,” jelasnya.

Pelaksanaan Haul Guru Tua memiliki makna penting bagi masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya sebagai momentum spiritual untuk mengenang jasa pendiri Alkhairaat sekaligus mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat.

“Kesuksesan kegiatan ini bukan hanya tanggung jawab panitia, tetapi juga seluruh jamaah. Mari kita jaga bersama keamanan dan ketertiban demi kelancaran haul Guru Tua,” pungkasnya.